- 26 Jan 2024
- 5 menit membaca
Diperbarui: 20 Mei
TIM nasional Indonesia lolos ke fase knock out Piala Asia 2023 sebagai satu dari empat tim urutan ketiga terbaik di fase grup. Akan tetapi lawan tangguh yang merupakan “adidaya” baru di Asia sudah menanti di babak 16 besar: Australia.
Berbeda dari “Tim Garuda” yang lolos ke babak 16 besar dengan “bantuan” hasil negara-negara lain, “Tim Kanguru” (julukan timnas Australia) lolos dengan gagah sebagai juara Grup B. Bekas langganan jawara zona Oseania itu bukan tim kaleng-kaleng. Sebab, meski baru dirangkul Konfederasi Sepakbola Asia, AFC, pada 2006, Australia langsung menggebrak hegemoni para raja lama Asia macam Jepang, Korea Selatan, Iran, dan Arab Saudi. Raihan runner-up edisi 2011 dan juara Piala Asia 2015 sudah cukup menjadi bukti.
Namun, sejarah sepakbola Australia punya keunikan tersendiri. Kendati nenek moyangnya imigran dari Inggris, orang Australia tak menyebut sepakbola dengan lema “football” seperti orang Inggris, melainkan “association game” atau “soccer” sebagaimana orang Amerika Serikat dan Kanada. Hal itu dikarenakan di Australia sudah ada olahraga yang disebut Australian Football alias “Footy” pada 1858. Sementara, sepakbola baru eksis di negeri itu pada akhir abad ke-19.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















