top of page

Perjuangan M.H. Thamrin Lewat Sepakbola

Peran lain M.H. Thamrin dalam pergerakan nasional. Menjadikan sepakbola sebagai alat perjuangan dan penumbuh rasa kebangsaan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Seorang pengunjung melihat foto-foto aktivitas M.H. Thamrin dalam Festival 125 Tahun M.H. Thamrin di Stadion VIJ, Jakarta. (Hendaru Tri Hanggoro/Historia).

18 Feb 2019
5 menit membaca

Diperbarui: 17 Feb

ADA sebuah babak unik dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia. Politik dan sepakbola pernah begitu identik. Di dua lapangan inilah tokoh-tokoh pergerakan nasional berupaya menumbuhkan gagasan kebangsaaan dan memperbaiki nasib golongan anak bangsa. Salah satu tokoh tersebut adalah Mohammad Hoesni Thamrin, lahir pada 16 Februari 1894.


“Thamrin adalah seorang unpredictable. Begitu luas, begitu lapang penjelajahan aktivitas politik Thamrin,” kata sejarawan JJ Rizal dalam diskusi Dari Stadion VIJ menuju Stadion M.H. Thamrin di Balaikota, Jakarta, 15 Februari 2019.


Thamrin bergerak dalam lapangan politik melalui Gemeenteraad (Dewan Kota), Volksraad (Dewan Rakyat), Kaoem Betawi, dan Partai Indonesia Raya (Parindra). Dia berupaya mengangkat nasib warga kampung di Batavia melalui sidang-sidang Gemeenteraad (Dewan Kota) sejak 1919. Wujudnya berupa desakan terhadap pemerintah kolonial untuk melaksanakan program perbaikan kampung (Kampongs Verbetering).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page