top of page

Pencarian Islam Muhammad Ali

Berbeda keyakinan dengan ibunya, petinju legendaris Muhammad Ali masuk Islam. Pencarian hidayahnya terus berlanjut hingga senjakala usianya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Muhammad Ali berdoa di sudut ring sebelum bertanding di London, 1966. (Thomas Hoepker/artsy.net).

4 Jun 2022
7 menit membaca

Diperbarui: 17 Jan

RUANG rawat nomor 263 di Scottsdale Osborn Medical Center, Arizona, Amerika Serikat (AS) pada pukul 20.30 tanggal 3 Juni 2016 sudah ramai dengan keluarga Muhammad Ali. Anak-anak dan istrinya mulai mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk ajal menjemput.


“Ali dirawat karena infeksi pernapasan. Sebelumnya ia juga sempat dirawat karena infeksi tapi berhasil sembuh lagi. Tetapi kali ini, setelah beberapa hari perawatan, kondisinya melemah. Keluarganya sudah menemaninya saat ventilator yang menyambung hidupnya dilepaskan. Ali kesulitan bernafas,” tulis jurnalis Jonathan Eig dalam Ali: A Life.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page