top of page

Mozart Lapangan Hijau

Anak yatim dari pinggiran ibukota Austria jadi maestro lapangan hijau. Namun, sikap politik anti-Nazi membuatnya celaka.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Matthias Sindelar, kapten Wunderteam Austria yang menolak bermain untuk Jerman jelang Piala Dunia 1938. (fifa.com).

2 Jul 2018
4 menit membaca

Diperbarui: 4 hari yang lalu

PIALA Dunia 2018 Rusia buat Jerman adalah petaka. Tak hanya gagal melewati fase grup, tim asuhan Joachim Löw itu bahkan jadi juru kunci di grup. Rusia menjadi tempat Jerman mengulang pengalaman pahit di Piala Dunia 1938.


Di Piala Dunia pra-Perang Dunia II itu Jerman angkat koper lebih cepat setelah kalah dari Swiss meski sudah mendapat tambahan sembilan pemain Austria. Namun, bisa jadi angkat kopernya Jerman karena asupan pemain dari Austria tak termasuk Matthias Sindelar.


Wolfgang Amadeus Mozart dikenal sebagai salah satu komposer paling jenius sepanjang masa. Komposer asal Austria itu menghasilkan lebih dari 600 karya. Kebesaran nama Mozart itulah yang dijadikan julukan buat Sindelar.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page