top of page

Lima Stadion Unik Piala Dunia

Venue-venue unik dan ikonik dalam sejarah Piala Dunia. Dari stadion canggih yang bisa menggeser lapangan hingga bangunannya dibongkar-pasang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Stadium 974 jadi venue temporary pertama Piala Dunia yang dibangun dari daur ulang peti kemas (FIFA/visitqatar.com)

15 Nov 2022
10 menit membaca

Diperbarui: 19 Jun

QATAR sudah bersolek untuk menggelar Piala Dunia 2022. Piala Dunia ke-22 ini akan jadi Piala Dunia terakhir dengan 32 peserta lantaran Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat-Meksiko-Kanada akan diikuti 48 tim yang akan mentas di delapan venue di lima kota.


Yang menarik, salah satu stadion di Qatar dibangun dari ratusan material recycle perkapalan dan bisa dibongkar-pasang sesuai kebutuhan. ‘Istād 974 alias Stadium 974 di Ras Abu Aboud, Doha, Qatar, venue yang dimaksud, dinamakan “Stadium 974” lantaran dibangun dari 974 material daur ulang bekas peti kemas. Stadium 974 juga menjadi venue sementara pertama dalam sejarah Piala Dunia –ia akan dibongkar usai event.


Stadium 974 dirancang sejak 2017 oleh para arsitek dari firma Fenwick Iribarren Architects dengan konsep desain modular dan rampung medio November 2021. Ke-974 peti kemas bersertifikasi standar itu didudukkan pada rangka-rangka baja yang mudah dibongkar-pasang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page