top of page

Kisah Luciano Leandro Adu Nasib Lintas Benua

Tak kenal negeri tujuan hingga ditipu agen, Luci enggan menyerah. Berhasil memposisikan namanya di jajaran legiun asing legendaris di Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Luciano Gomes Leandro, eks bintang legiun asing PSM Makassar dan Persija masih ingin melatih di Indonesia. (Fernando Randy/Historia.ID).

16 Okt 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 1 Feb

DARI Brasil untuk berhasil. Motto itu masih tertanam dalam hati Luciano Leandro, mantan bintang Persija dan PSM Makassar asal Brasil. Meski kini sudah berganti profesi menjadi pelatih, motto itu masih dipegangnya erat-erat menjadi “ruh” guna mewujudkan ambisinya.


Pun begitu, ia tetap rendah hati dan selalu bersahabat. Sapaan lebih dulu terlontar darinya ketika ditemui Historia.ID. Hampir setiap kalimat ia buka dengan kata friend  alias teman.


Dengan bahasa Indonesia yang kadang masih terbolak-balik strukturnya, ia berkisah banyak tentang kariernya pasca-dipecat Persipura pada Juli 2019. Luci, begitu ia biasa disapa, masih optimis berkarier di klub lain untuk musim depan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Wartawan lintas zaman yang tak pernah padam semangatnya. Tetap menulis sampai akhir hayat.
Wartawan lintas zaman yang tak pernah padam semangatnya. Tetap menulis sampai akhir hayat.
Lorong Zaman Puasa
Lorong Zaman Puasa
Gus Dur telah memberikan teladan, tinggal kita yang meneruskan.
Gus Dur telah memberikan teladan, tinggal kita yang meneruskan.
Meski tak punya prestasi di lapangan hijau, garda gawang legendaris Setan Merah ini satu-satunya kiper yang memiliki gelar pahlawan.
Meski tak punya prestasi di lapangan hijau, garda gawang legendaris Setan Merah ini satu-satunya kiper yang memiliki gelar pahlawan.
transparant.png
bottom of page