- 27 Jun 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 19 Jun
LEBIH dari seratus ribu penonton memadati Stadion Utama Senayan (kini Gelora Bung Karno) pada Rabu petang, 21 Juni 1972. Mulai dari jelata hingga pejabat tinggi sipil dan militer tumpah ruah di sana, termasuk Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Mata mereka tertuju pada pemain nomor punggung 10 berseragam Klub Santos FC. Hari itu digelar laga persahabatan antara Timnas Indonesia (PSSI) menghadapi klub Brasil Santos FC.
Pele, pemain terbaik dunia, memperkuat tim Santos dan dimainkan sejak menit pertama. “Pele si raja bola tampak tidak banyak bergerak. Tetapi dengan demikian ia berhasil membuka pertahanan barisan belakang PSSI,” diwartakan Harian Kami, 22 Juni 1972.
Meski laga persahabatan, Santos FC tampil dengan pemain inti. Dua penyerang sayap Jader da Silva (Jader) dan Jonas Eduardo Americo (Edu) jadi tandem Pele di lini depan. Sementara itu, Timnas Indonesia juga turun dengan skuad terbaiknya yang diambil dari klub-klub papan atas seperti PSMS Medan, Persija, Persebaya, dan PSM Makassar. Mulai dari kiper Ronny Paslah, Juswardi, Sunarto, Muljadi, Anwar Ujang, Suaeb Rizal, Abdul Kadir, Moh. Basri, Jacob Sihasale, Risdijanto, dan Iswadi diturunkan untuk menghadapi Pele dan kawan-kawannya. Di bawah asuhan pelatih Endang Witarsa, Timnas PSSI memainkan strategi bermain dalam tempo tinggi untuk menekan Santos.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















