top of page

Gema Kemerdekaan Palestina dari Seberang Lapangan

Club Deportivo Palestino dilahirkan imigran Palestina di Chile. Menyuarakan solidaritas dan kemerdekaan Palestina lewat sepakbola.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Para pemain Club Deportivo Palestino yang mengalungkan "keffiyeh" sebagai bentuk solidaritas kepada bangsa Palestina (Twitter @CDPalestinoSADP)

21 Mei 2021
7 menit membaca

Diperbarui: 12 Agu

SEIRING kecaman para pemimpin dunia terhadap gempuran Israel ke wilayah Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat, simpati dan dukungan untuk warga sipil Israel turut mengalir dari arena sepakbola. Tidak hanya dari pesepakbola Muslim di Timur Tengah, namun juga dari para pemain Nasrani di sebuah klub di Chile.


Aksi duo pemain Leicester City, Hamza Choudhury dan Wesley Fofana, membentangkan bendera Palestina seraya merayakan raihan Piala FA pada 15 Mei 2021 menjadi viral. Aksi tersebut hanya sebagian kecil dari sikap yang diambil para bintang sepakbola terkait konflik Palestina-Israel yang masih berkecamuk.


Tiga hari setelah Choudhury dan Fofana, sepasang bintang Manchester United, Paul Pogba dan Amad Diallo, melakoni hal serupa usai laga Premier League kontra Fulham pada 18 Mei. Kendati berbeda bentuk, sikap serupa juga disuarakan Sadio Mané dan Mohamed Salah yang berseragam Liverpool lewat akun Twitter pribadi masing-masing. Salah bahkan meminta Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk ikut menekan Israel agar menghentikan serangannya yang hingga Kamis (20/5/2021) menewaskan 230 warga Palestina, di mana 65 di antaranya anak-anak.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page