top of page

Garrincha dari Pabrik Tekstil ke Pentas Dunia

Mustahil memenangi tiga trofi Piala Dunia tanpa Garrincha, kata Pelé.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Duet maut Brasil, Manuel Francisco dos Santos alias Mané (kiri) & Edson Arantes do Nascimento alias Pelé. (fifa.com).

28 Okt 2023
6 menit membaca

Diperbarui: 20 Jan

HARI itu, 28 Oktober 1933, di Pau Grande, sebuah kawasan industri di Negara-bagian Rio de Janeiro, Brasil, Maria Carolina dos Santos melahirkan anak kelimanya di rumahnya yang sangat sederhana. Sang ibu memberinya nama baptis “Manuel” sebagaimana nama kakak iparnya. Sang bayi pun di rumahnya dipanggil Mané, tapi kelak dunia mengenalnya dengan nama “Garrincha”.


Mané lahir dengan keadaan “spesial”. Kaki kanannya membengkok ke depan dan lebih pendek dari kaki kiri. Sementara kaki kirinya juga sedikit membengkok ke arah luar.


“Sang ibulah yang pertama kali memperhatikan kedua kaki bayinya tak normal. Manuel mewariskan kondisi kakinya itu bukan dari ayahnya, Amaro Francisco, melainkan dari Maria Carolina sendiri, meski kondisi kaki ibunya tak seburuk putranya. Mungkin sebuah calliper akan sangat membantu tapi tiada yang terpikirkan hal itu di Pau Grande pada 1933,” tulis Ruy Castro dalam Garrincha: The Triumph and Tragedy of Brazil’s Forgotten Footballing Hero.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
transparant.png
bottom of page