- 2 Agu 2021
- 3 menit membaca
Diperbarui: 15 Apr
BARU kali ini, atlet-atlet Indonesia bisa berlaga di ajang pesta olahraga sedunia Olimpiade di Tokyo. Jalan menuju laga ini juga berliku, mereka harus melewati proses kualifikasi di tengah kecamuk pandemi Covid-19 belum usai. Gelaran ini juga mengalami penundaan selama satu tahun, dari rencana awal berlangsung pada 2020.
Pada gelaran Olimpiade Tokyo 1964, atlet-atlet Indonesia tak bisa berlaga di pesta olahraga sejagat ini gegara sanksi yang dijatuhkan oleh IOC (International of Olympic Committee). Sanksi ini dijatuhkan karena pada tahun sebelumnya, tepatnya di bulan November 1963, Indonesia menggelar Ganefo (Games of New Emerging Force) yang diikuti oleh 43 negara.
Ganefo yang kerap disebut sebagai Olimpiade tandingan ini berlangsung saat gelora anti nekolim (neokolonialisme dan imperialisme) memuncak di Indonesia. Selain memanfaatkan keberhasilan Indonesia menggelar Asian Games 1962 di Jakarta, gelaran ini juga menjadi ajang artikulasi kepemimpinan Indonesia dalam proyek dekolonisasi Asia-Afrika yang titik apinya mulai nyala dari penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















