top of page

Di Balik Pernikahan Pasangan Emas Olimpiade

Witing tresno jalaran soko kulino. Cinta Alan dan Susi ada karena terbiasa bersama di asrama

loading_historia_white.gif
transparant.png

Alexander Alan Budikusuma (kanan) & istrinya, Lucia Francisca Susi Susanti. (Instagram astecid).

16 Jan 2019
4 menit membaca

Diperbarui: 10 Jul

SEKIRA 4000 orang undangan hadir di ballroom Hotel Gran Melia Kuningan, Jakarta, 9 Februari 1997. Selain para stakeholder bulutangkis, hadir pula stakeholder-stakeholder olahraga lain. Sebut saja Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jenderal (Purn) Wismoyo Arismunandar, Ketum PBSI Letjen (Purn) Soerjadi, Wakil Presiden keenam Try Sutrisno yang sebelumnya menjabat ketum PBSI selama dua periode.


Pengusaha sekaligus pemilik Klub Jaya Raya Ir. Ciputra tak ketinggalan. Jaya Raya merupakan klub yang menaungi Susi Susanti. Ciputra dan para hadirin hari itu datang untuk menghadiri pernikahan pasangan peraih dua emas pertama olimpiade, Alan Budikusuma dan Susi Susanti.


Resepsi megah dan unik juga digelar seminggu setelah keduanya menikah lewat upacara sakramen di Gereja Santo Yakobus, Jakarta Utara. Resepsinya dibuka dengan aksi pesenam Zainul Abidin yang melompati lingkaran bendera Olimpiade, lantas disambung prosesi Alan dan Susi mencium bendera merah putih.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Seorang kapten kapal dan dokter menulis catatan harian seputar kehidupan di Batavia.
Seorang kapten kapal dan dokter menulis catatan harian seputar kehidupan di Batavia.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Dokumenter pahlawan dari Fuentalbilla yang ditempa di La Masia. Memendam beban psikis di balik sifatnya yang kalem dan dingin.
Dokumenter pahlawan dari Fuentalbilla yang ditempa di La Masia. Memendam beban psikis di balik sifatnya yang kalem dan dingin.
Mengenal sepakbola dari ekspatriat, negeri kecil di Teluk Persia ini tampil di pentas internasional lewat Piala Dunia.
Mengenal sepakbola dari ekspatriat, negeri kecil di Teluk Persia ini tampil di pentas internasional lewat Piala Dunia.
Dengan pendekatan yang kreatif, museum bukan lagi destinasi yang menjemukan.
Dengan pendekatan yang kreatif, museum bukan lagi destinasi yang menjemukan.
Dengan bantuan Uni Soviet, Indonesia pernah hampir memiliki Institut Oceanografi di Ambon. Ditelantarkan Orde Baru.
Dengan bantuan Uni Soviet, Indonesia pernah hampir memiliki Institut Oceanografi di Ambon. Ditelantarkan Orde Baru.
transparant.png
bottom of page