top of page

Babak demi Babak Kehidupan Julisa Rastafari

Tuhan selalu memberi jalan dalam tiap ujian. Julisa Rastafari membuktikannya seiring memetik prestasi untuk negeri.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Julisa M. Rastafari melatih dengan keras anak-anak didiknya agar selalu bermain dengan otak dan hati. (Fernando Randy/Historia.ID).

23 Sep 2019
4 menit membaca

Diperbarui: 7 Mei

PELUIT hijau bertali hitam itu senantiasa dikalungi. Selama sesi dua jam latihan di arena outdoor Gelora Bung Karno sore itu, Julisa Moertoetyana Rastafari memilih tarik suara untuk memberikan setiap arahan pada anak-anak asuhnya, tim basket putri Indonesia Muda (IM).


Tidak hanya lihai memainkan telunjuk untuk memberi instruksi, ia acapkali memberi contoh dengan berlarian mendribel bola melewati hadangan anak-anak didiknya hingga bola masuk ke dalam ring dengan sempurna. Padahal, usianya sudah tak lagi muda. Pada 30 Juli lalu ia menginjak usia 57 tahun. Lebih dari separuh usianya dihabiskan di arena basket, baik sebagai pemain, pelatih, maupun pengurus Perbasi.


“Ya melatih sampai saya enggak kuat aja. Lagipula Indonesia Muda sudah seperti rumah bagi saya,” tutur Julisa kepada Historia.ID menjawab pertanyaan sampai kapan akan berkiprah di dunia basket.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Nusantara memiliki pencapaian kebudayaan paling awal di banding negara lain, dari angka nol hingga tempat belajar bahasa Sanskerta.
Nusantara memiliki pencapaian kebudayaan paling awal di banding negara lain, dari angka nol hingga tempat belajar bahasa Sanskerta.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
 Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
transparant.png
bottom of page