top of page

Awal Mula Wasit Meniup Peluit dalam Pertandingan Sepakbola

Sebelum meniup peluit, wasit menggunakan sapu tangan. Peluit pertama kali digunakan oleh polisi yang menjadi wasit pertandingan sepakbola.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Wasit Daniele Orsato meniup peluit saat memimpin pertandingan Polandia lawan Montenegro dalam kualifikasi Piala Dunia 2018 di Rusia. (MaciejGillert/Shutterstock).

30 Nov 2022
2 menit membaca

Diperbarui: 8 Agu

WASIT memainkan peran penting dalam pertandingan sepakbola. Selama pertandingan berlangsung, sang pengadil melakukan tugasnya mulai dari memulai, menghentikan, menunda, sampai mengakhiri pertandingan. Wasit harus memastikan pertandingan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.


Dalam sejarah sepakbola, wasit pertama kali hadir di lapangan diperkirakan pada 1841 kala klub Body-Guards berhadapan dengan Fear-Noughts di kota Rochdale, Inggris.


Luciano Wernicke dalam Mengapa Sebelas Lawan Sebelas? Dan Serba-Serbi Sejarah Sepak Bola Lainnya menyebut kedua tim tersebut memutuskan untuk bertaruh segentong jenewer dan sejumlah uang. Sebelum pertandingan digelar, masing-masing tim menunjuk seorang wasit ditambah orang ketiga yang dianggap netral.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page