top of page

Duka Warga Tionghoa

Prasangka membayangi etnis Tionghoa. Beberapa kali mereka jadi sasaran amuk massa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pembantaian etnis Tionghoa di Batavia tahun 1740. (Rijksmuseum Amsterdam/Wikimedia Commons).

4 Jun 2025
3 menit membaca

Diperbarui: 20 Nov 2025

SEJAK abad ke-17, imigrasi warga Tiongkok ke Batavia cukup deras. Keahlian mereka dalam berdagang mendorong Kongsi Dagang Belanda (VOC) mengajak bekerja sama. Namun, kerja sama itu rusak begitu mereka bersaing dalam industri gula yang lagi jadi primadona di Ommelanden, wilayah yang mengelilingi Batavia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page