top of page

Teroris Membajak Pesawat Garuda DC-9 “Woyla”

Sekelompok teroris membajak pesawat Garuda. Meminta tebusan dan pembebasan rekannya yang ditahan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Foto eksklusif pimpinan pembajak Pesawat Garuda DC-9 Woyla yang diketahui bernama Mahrizal. (Sumber: Suratkabar Thailand, Bangkok Post , 3o Maret 1981)

11 Mei 2018
4 menit membaca

Diperbarui: 1 Apr

JUMAT pagi, di Bandara Talang Betutu, Palembang, 28 Maret 1981. Seperti biasa, Kapten Herman Rante, pilot berusia 38 tahun bersiap-siap menerbangkan pesawat yang dikemudikannya. Setelah transit di Palembang, pesawat Garuda DC-9 “Woyla” bernomor penerbangan 206 rute Jakarta-Medan itu akan menuju Bandara Polonia.


Beberapa menit setelah lepas landas, terdengar kegaduhan dari arah belakang. Lima laki-laki telah menguasai pesawat bagian tengah. Seorang dari komplotan itu menuju kokpit. Pistol jenis revolver cal 38 ditodongkan ke kepala Herman Rante. Herman Rante menyadari pesawat yang dikemudikannya sedang dibajak.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
<strong></strong>Melalui lukisan dan karya instalasi, beberapa perupa kontemporer Indonesia merayakan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.
Melalui lukisan dan karya instalasi, beberapa perupa kontemporer Indonesia merayakan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Aung San Suu Kyi tidak menyebut etnis Rohingya dalam tulisannya tentang sejarah Arakan. Padahal jejak mereka di Arakan terlacak sejak abad 15.
Aung San Suu Kyi tidak menyebut etnis Rohingya dalam tulisannya tentang sejarah Arakan. Padahal jejak mereka di Arakan terlacak sejak abad 15.
Penyintas meminta jaminan Menkopolhukam agar lokasi kuburan massal tidak dirusak demi terjaganya bukti-bukti pembantaian massal 1965-1966.
Penyintas meminta jaminan Menkopolhukam agar lokasi kuburan massal tidak dirusak demi terjaganya bukti-bukti pembantaian massal 1965-1966.
transparant.png
bottom of page