- Bonnie Triyana
- 25 Jan 2011
- 4 menit membaca
Diperbarui: 3 hari yang lalu
WAJAH Gayus tampak menegang. Sesekali jemarinya bergerak, seperti meremas sesuatu. Dia tampak cemas. Siang itu, mantan pegawai pajak itu menyampaikan “curhatnya” ke hadapan majelis hakim. “Berdasar cerita John Grice pada saya, John Grice bilang dia adalah agen CIA yang semua kegiatannya diketahui dan direstui oleh salah seorang anggota Satgas (Pemberantasan Mafia Hukum)," kata Gayus dalam di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Rabu (19/1/11) seperti dikutip dari detik.com.
Teori konspirasi seakan dibuat nyata oleh Gayus. Entah untuk alasan apa. Satu yang pasti, kisah tindak-tanduk agen CIA (Central Intelligence Agency) di negeri ini berkali terjadi dan selalu berakhir pada pertanyaan yang sama: benarkah?
Pengujung November 2008 lampau masyarakat geger. Adam Malik, pemuda angkatan 45, wartawan senior dan wakil presiden era Orde Baru disebut-sebut jadi spion CIA di Indonesia. Gara-garanya sebuah buku karya Tim Weiner yang menyebutkan kalau dia menjalin kontak dan menerima sejumlah bantuan CIA untuk memberangus kelompok komunis pascaperistiwa G30S 1965.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












