top of page

Soeharto Menutup Pintu Rezeki Korban 1965

Kekejaman Soeharto pada korban Perisitwa 1965 tak sebatas memenjarakan tanpa pengadilan. Pintu rezeki para korban dan keluarga juga ditutupnya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Charlotta Salawati berfoto bersama keluarga selepas keluar dari Bukit Duri. (Dok. Paulus Salawati).

2 Okt 2018
3 menit membaca

TANPA mempedulikan bahaya yang bisa menghinggapinya dan stigma yang bakal melekatinya, Anna Frederica Lambaihang berangkat ke Kamp Bukit Duri seorang diri dari rumahnya di Jalan Pramuka, Jakarta. Beberapa pakaian bersih dan rantang berisi makanan dia bawa untuk diberikan kepada orang yang akan dijenguknya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page