- 5 Okt 2018
- 4 menit membaca
Diperbarui: 2 hari yang lalu
KETIKA hari hilangnya Letjen TNI Ahmad Yani, Presiden Sukarno berupaya mencari sosok pengganti sementara panglima Angkatan Darat. Selama berjam-jam, Sukarno memilih dan memilah para jenderal yang direkomendasikan. Dari sekian nama, justru tak ada yang ideal di mata Bung Besar.
Sebagaimana disarikan Julius Pour dalam G30S: Fakta atau Rekayasa, Sukarno mengungkapkan kesannya kepada masing-masing calon panglima. Mayjen TNI Moersjid (Deputi I Menpangad) dianggap temperamental. Mayjen TNI Soeharto (Panglima Kostrad) disebut koppig (keras kepala). Mayjen TNI Ibrahim Adjie (Panglima Divisi Siliwangi) punya istri orang Yugoslavia.
Mayjen TNI Basuki Rachmat (Panglima Divisi Brawijaya) terganggu kesehatannya. Brigjen TNI Rukman (Kepala Staf Divisi Siliwangi) kurang begitu dikenal. Dan Mayjen TNI Pranoto (Asisten III/Personalia Menpangad) dinilai lamban.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

















