top of page

Moersjid, Soeharto dan Senapan Chung

Apa yang terjadi di Istana Bogor pada 2 Oktober 1965 ketika Sukarno mengumpulkan para jenderal?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Adegan pertemuan Presiden Sukarno dan para jenderal di Istana Bogor dalam film Pengkhianatan G30S/PKI.

5 Okt 2018
4 menit membaca

Diperbarui: 13 Agu

KETIKA hari hilangnya Letjen TNI Ahmad Yani, Presiden Sukarno berupaya mencari sosok pengganti sementara panglima Angkatan Darat. Selama berjam-jam, Sukarno memilih dan memilah para jenderal yang direkomendasikan. Dari sekian nama, justru tak ada yang ideal di mata Bung Besar.


Sebagaimana disarikan Julius Pour dalam G30S: Fakta atau Rekayasa, Sukarno mengungkapkan kesannya kepada masing-masing calon panglima. Mayjen TNI Moersjid (Deputi I Menpangad) dianggap temperamental. Mayjen TNI Soeharto (Panglima Kostrad) disebut koppig (keras kepala). Mayjen TNI Ibrahim Adjie (Panglima Divisi Siliwangi) punya istri orang Yugoslavia.


Mayjen TNI Basuki Rachmat (Panglima Divisi Brawijaya) terganggu kesehatannya. Brigjen TNI Rukman (Kepala Staf Divisi Siliwangi) kurang begitu dikenal. Dan Mayjen TNI Pranoto (Asisten III/Personalia Menpangad) dinilai lamban.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
Inilah Piala Dunia, hajatan sepakbola sejagat yang selalu ditunggu. Di luar lapangan hijau ada drama-drama yang tak kalah menarik.
Inilah Piala Dunia, hajatan sepakbola sejagat yang selalu ditunggu. Di luar lapangan hijau ada drama-drama yang tak kalah menarik.
Warna batik pun menyala dengan sentuhan Tionghoa.
Warna batik pun menyala dengan sentuhan Tionghoa.
Kasus 1965 disidangkan melalui Pengadilan Rakyat Internasional. Akankah mencuri perhatian internasional?
Kasus 1965 disidangkan melalui Pengadilan Rakyat Internasional. Akankah mencuri perhatian internasional?
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Beberapa negara Eropa Timur ingin menyamakan tragedi Holocaust dengan kejahatan komunis Soviet.
Beberapa negara Eropa Timur ingin menyamakan tragedi Holocaust dengan kejahatan komunis Soviet.
transparant.png
bottom of page