top of page

Mereka yang Diburu Pasca Kudatuli

Cerita para aktivis PRD yang ditangkap dan mengalami penyiksaan oleh aparat keamanan. Sebagian hilang tak tentu rimbanya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Deklarasi Partai Rakyat Demokratik (PRD). (prd.or.id).

28 Jul 2017
4 menit membaca

Pemerintah menuduh Partai Rakyat Demokratik (PRD) dalang kerusuhan 27 Juli 1996 (Kudatuli). Pada hari itu, kantor PDI di Jalan Diponegoro 58 Jakarta Pusat yang dikuasai pendukung Megawati Sukarnoputri diserang oleh massa pendukung Soerjadi yang disokong tentara Orde Baru. Aparat pemerintah kemudian memburu aktivis PRD.


Pada 2 Agustus 1996, aparat militer, kepolisian dan kejaksaan menyerbu rumah Garda Sembiring di Bogor. Mereka gagal menangkap ketua Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) cabang Jabodetabek itu. Setelah menyingkir ke belakang kampus IISIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, dia dan teman-temannya kemudian menyebar. Dia memilih menginap di kos temannya seorang mahasiswa Fakultas Teknik UI di Kukusan Teknik, Depok, Jawa Barat.


Pada 11 Agustus 1996 pukul dua dini hari, kamar kos itu dibuka paksa oleh orang berpakaian sipil yang membawa senajata api. Garda bersama temannya, Victor da Costa, Puthut Arintoko, dan Ignatius Pranowo, ditangkap. Dengan mata tertutup dan diborgol, mereka didorong masuk ke dalam mobil. Tubuh mereka diinjak. Dari radio para penawan ini, Garda mendengar bahwa operasi harus dipercepat.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
bg-gray.jpg
Cerita dari Museum Gatot Soebroto di Ungaran. “Rumah Prihatin” yang kaya cerita meski hanya setahun ditinggali sang jenderal.
bg-gray.jpg
Selepas meninggalkan militer, Gatot Soebroto ikut mendirikan IPKI dan lolos ke parlemen. Namun, dia mengundurkan diri karena diangkat sebagai wakil KSAD.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto nyentrik dan eksentrik dalam penampilan, perkataan, dan keyakinan. Jenderal humoris dan dekat dengan anak buah. Penyayang anak-anak dan pelindung umat Buddha.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Ungkapan syukur atas panen raya (Katto Bakko) yang dilakukan secara gotong royong.
Ungkapan syukur atas panen raya (Katto Bakko) yang dilakukan secara gotong royong.
Trauma akibat G30S bukan tak mungkin sembuh. Hanya saja, maukah kita menyembuhkannya?
Trauma akibat G30S bukan tak mungkin sembuh. Hanya saja, maukah kita menyembuhkannya?
Pembunuh berdarah dingin Inggris di kotak penalti lawan. Dikenang dan dihormati sampai ke Italia.
Pembunuh berdarah dingin Inggris di kotak penalti lawan. Dikenang dan dihormati sampai ke Italia.
Apakah stok tokoh di negeri ini masih tersedia banyak?
Apakah stok tokoh di negeri ini masih tersedia banyak?
Penyadapan Amerika Serikat bukan hal baru. Pasca Gerakan 30 September 1965, Amerika Serikat memberikan perangkat komunikasi yang dapat disad
Penyadapan Amerika Serikat bukan hal baru. Pasca Gerakan 30 September 1965, Amerika Serikat memberikan perangkat komunikasi yang dapat disad
transparant.png
bottom of page