top of page

Menulis Mencipta Indonesia

Tanpa menulis dan menyebarluaskannya, perlawanan tidak ada gunanya, tidak diketahui dunia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Max Lane dan Pramoedya Ananta Toer, Januari 1981. (Dok. Max Lane).

13 Agu 2017
2 menit membaca

DR. MAX LANE, Indonesianis dari Victoria University Australia, seringkali bingung tiap kali melihat pameran tentang kebudayaan Indonesia. Yang dipamerkan lazimnya batik hingga angklung.


“Itu bukan kebudayaan Indonesia. Batik kebudayaan Jawa. Angkung kebudayaan Sunda. Itu sudah ada sebelum negara Indonesia ada. Itu semua warisan dari Indonesia yang sebelumnya belum ada di bumi manusia,” ujar Max Lane dalam peluncuran bukunya, Indonesia Tidak Hadir di Bumi Manusia: Esai-esai tentang Pramoedya, Sejarah dan Politik di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu, 12 Agustus 2017.


Max Lane mengatakan bahwa salah satu elemen dasar kebudayaan Indonesia adalah menulis. Ini yang dilakukan sastawan besar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer lewat sejumlah karyanya, seperti tetralogi Buru: Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca.


“Banyak pesan yang terdapat dalam karya-karya Pramoedya yang terinspirasi dari RA Kartini. Pramoedya melihat Kartini sebagai pemikir zaman pencerahan Indonesia. Dalam karya-karya Pramoedya, terkandung pesan-pesan seperti kebangkitan nasional Indonesia di era 1920-an,” kata Max Lane.


Max Lane menerjemahkan karya-karya Pramoedya ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan di Australia, Inggris dan Amerika Serikat. Akibatnya, sebagai diplomat muda di Kedutaan Besar Australia di Jakarta, dia ditarik ke negerinya pada 1981.


Menurut Max Lane karya-karya Pramoedya penting untuk dibaca oleh generasi muda agar dapat menentukan ke mana arah bangsa ini akan di bawa. Arah bangsa yang sejak era 1950-an selalu memunculkan pertarungan ideologi yang keras.


“Setelah Indonesia merdeka, lalu masa depannya mau di bawa ke mana. Makanya di era 1950-an, terjadi pertempuran ideologi. Peristiwa 30 September 1965 jadi titik balik. Orang-orang kiri dipenjara, dibunuh sebagai akibat pertarungan ideologi yang diselesaikan dengan cara kekerasan,” kata Max Lane.


Di Indonesia, menurut Max Lane, belum ada sekolah-sekolah menengah yang punya mata pelajaran sastra Indonesia. Padahal, dari sastra dan tulisan pula generasi muda bisa belajar mengenai asal-usul dan budaya Indonesia.


“Proses pertama terciptanya Indonesia itu adalah perlawanan terhadap ketidakadilan. Ketidakadilan yang dijalankan kediktatoran kolonialis Hindia Belanda. Yang kedua adalah menulis dan ketiga adalah menyebarluaskan tulisan dan ide-ide. Karena tanpa menulis dan menyebarluaskannya, perlawanan tidak ada gunanya, tidak diketahui dunia,” kata Max Lane.


Menurut Max Lane Indonesia juga eksis dan terpelihara sampai sekarang karena revolusi yang memiliki dua sifat utama. Pertama, pembalikan kekuatan kekuasaan seperti yang dilakukan para pejuang terhadap kekuatan penjajah.


“Yang kedua, menciptakan sesuatu yang baru. Dalam hal ini, menciptakan Indonesia yang sebelumnya tidak ada di bumi manusia. Tapi setelah tercipta, Indonesia mau dibawa ke mana,” kata Max Lane.


Oleh karena itu, Max Lane berpesan agar generasi muda Indonesia aktif mempelajari sastra dan mau berorganisasi. “Karena kalau sendiri, kita tidak bisa buat apa-apa. Kalau bersama-sama dalam berorganisasi, bisa lebih bergerak menentukan masa depan Indonesia,” pungkas Max Lane.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
Persahabatan dan kerjasama manusia dan gajah di Burma semasa Perang Dunia II berperan penting dalam kemenangan Inggris atas Jepang.
Persahabatan dan kerjasama manusia dan gajah di Burma semasa Perang Dunia II berperan penting dalam kemenangan Inggris atas Jepang.
Terlepas logis-tidaknya siklus kutukan atau kebetulan, Jerman mengulang rekor getir 80 tahun lampau.
Terlepas logis-tidaknya siklus kutukan atau kebetulan, Jerman mengulang rekor getir 80 tahun lampau.
Keberagaman dalam Imlek menjadi semangat baru bagi bangsa Indonesia untuk bangkit melawan pandemi covid-19.
Keberagaman dalam Imlek menjadi semangat baru bagi bangsa Indonesia untuk bangkit melawan pandemi covid-19.
Dari 194 ribu koleksi, 817 benda bersejarah Museum Gajah mengalami kerusakan ringan hingga berat pasca-kebakaran.
Dari 194 ribu koleksi, 817 benda bersejarah Museum Gajah mengalami kerusakan ringan hingga berat pasca-kebakaran.
Aktor kawakan yang mencintai akting dan bisbol. Dikagumi Elvis Presley hingga jadi “anak emas” Walt Disney.
Aktor kawakan yang mencintai akting dan bisbol. Dikagumi Elvis Presley hingga jadi “anak emas” Walt Disney.
Pantomim bukan sekadar bahasa bisu. Ia seni ekspresi dengan estetika yang tak semata memancing gelak tawa.
Pantomim bukan sekadar bahasa bisu. Ia seni ekspresi dengan estetika yang tak semata memancing gelak tawa.
transparant.png
bottom of page