top of page

Menteri Peranan Wanita Pertama

Lasijah Soetanto menjadi Menteri Urusan Peranan Wanita pertama setelah kementerian ini dibentuk atas rekomendasi PBB.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lasijah Soetanto saat dilantik menjadi Menteri Negara Urusan Peranan Wanita di Istana Negara. Sumber: Dok. Pribadi Duswanto Harimurti.

7 Jun 2018
3 menit membaca

Diperbarui: 30 Apr

DUSWANTO Harimurti masih ingat ketika suatu hari di tahun 1978 diminta orangtuanya mengantarkan ke kediaman Presiden Soeharto. Dia tak tahu ibunya, Lasijah Soetanto, punya urusan apa sehingga diundang Ibu Negara Tien Soeharto. Alih-alih ingin mengetahuinya atau sekadar ingin tahu isi kediaman presiden, Duswanto pilih menunggu di mobil ketimbang ikut masuk.


Tak ada kejanggalan sedikit pun yang dia dapati sampai kedua orangtuanya keluar dari rumah presiden. Pun ketika mereka dalam perjalanan pulang. Tak ada sedikit pun cerita dari orang tuanya. Keanehan justru muncul di rumah mereka, rangkaian bunga berjajar menutupi pagar rumah. “Tahu-tahu sudah ada pos di depan rumah, ada ajudan, ada polisi untuk berjaga,” kata Duswanto, putra kedua Lasijah, kepada Historia.ID.


Duswanto baru belakangan tahu undangan ibu negara dimaksudkan untuk menanting Lasijah menduduki jabatan baru dalam Kabinet Pembangunan III yang sedang dibentuk Presiden Soeharto.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
Sjfaruddin yang memiliki keahlian di bidang ekonomi dipercaya Sjahrir sebagai menteri muda keuangan dalam Kabinet Sjahrir II. Mengeluarkan kebijakan untuk menggunting uang NICA dan uang Javasche Bank pecahan Rp. 5 menjadi dua bagian.
Sjfaruddin yang memiliki keahlian di bidang ekonomi dipercaya Sjahrir sebagai menteri muda keuangan dalam Kabinet Sjahrir II. Mengeluarkan kebijakan untuk menggunting uang NICA dan uang Javasche Bank pecahan Rp. 5 menjadi dua bagian.
Di masa tuanya, Sjafruddin yang sudah tidak berpolitik memilih menampilkan diri sebagai seorang mubaligh.
Di masa tuanya, Sjafruddin yang sudah tidak berpolitik memilih menampilkan diri sebagai seorang mubaligh.
Mulai Ōgon Bat hingga Ms. Marvel, dari Green Turtle sampai Sri Asih. Karakter pahlawan super Asia yang dulunya termarjinalkan kini unjuk kekuatan.
Mulai Ōgon Bat hingga Ms. Marvel, dari Green Turtle sampai Sri Asih. Karakter pahlawan super Asia yang dulunya termarjinalkan kini unjuk kekuatan.
Khawatir membawa pengaruh buruk, sekelompok orang menajis-najiskan film. Orang Islam berpikiran terbuka melawannya dengan film bertema Islam.
Khawatir membawa pengaruh buruk, sekelompok orang menajis-najiskan film. Orang Islam berpikiran terbuka melawannya dengan film bertema Islam.
Segala permasalahan tak harus selesai dengan adu otot. Hanya dengan kepala dingin, semua masalah akan mencair.
Segala permasalahan tak harus selesai dengan adu otot. Hanya dengan kepala dingin, semua masalah akan mencair.
Sultan perempuan naik takhta untuk menggantikan pemerintahan raja yang kejam, namun mendapat perlawanan.
Sultan perempuan naik takhta untuk menggantikan pemerintahan raja yang kejam, namun mendapat perlawanan.
transparant.png
bottom of page