top of page

Berpesta di Braga

Hiburan eksklusif di Sociëteit Concordia hanya bisa dinikmati kalangan elite Eropa. Di sanalah mereka luapkan hasrat berpesta.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Societeit Concordia, 1935. Foto: KITLV.

  • 23 Feb 2015
  • 2 menit membaca

KALA akhir pekan datang, para pengusaha perkebunan di Priangan “turun gunung”. Sejak 1870-an mereka mengadakan pertemuan Perkumpulan Pertanian Bandung (Bandoengsche Landbouwvereniging) di sebuah bangunan kecil di Jalan Pos atau Grotepostweg. Selain pertemuan formal, mereka kerap mengadakan acara hiburan. Pada 1879, perkumpulan yang semula beranggota 18 orang itu resmi berdiri dengan nama Societeit Concordia.


Pada 1895, untuk mengakomodasi kegiatan-kegiatan hiburan, Societeit Concordia pindah ke bangunan megah di Jalan Pedati (kemudian lebih dikenal sebagai Jalan Braga atau Bragaweg). Sebelumnya bangunan itu digunakan Perkumpulan Sandiwara Braga (Toneelvereeniging Braga).


“Di sinilah Societeit Concordia sebagai perkumpulan kaum elite mencapai puncak popularitasnya,” tulis Ridwan Hutagalung dan Taufanny Nugraha dalam Braga Jantung Paris van Java.


Societeit Concordia adalah satu dari sekian banyak societeit yang muncul di kota-kota besar di Hindia Belanda pada abad ke-19. Kemunculannya mempertegas jurang pemisah antara kalangan Eropa dan bumiputera.


“Orang Eropa mengemban gaya hidup eksklusif,” tulis Denys Lombard dalam Nusa Jawa Silang Budaya 1. Keseharian mereka sarat dengan kenangan Barat. Mereka menciptakan perkumpulan dengan hiburannya yang hanya bisa dinikmati kalangan elite dan terlalu mahal untuk diikuti kaum bumiputera.


Biasanya, Societeit Concordia menghelat pertunjukan musik, sandiwara, dan dansa setiap Sabtu. Pertunjukan digelar hingga sore. Jelang malam, mereka menikmati minuman keras dan berakhir dengan pesta dansa.


Di hari Minggu, Societeit Concordia ramai oleh remaja bermain sepatu roda. Ada kalanya diadakan pertunjukan panggung di halaman gedung. Kadangkala orkes amatir pegawai perkebunan tampil menghibur.


Tak hanya hiburan rutin setiap akhir pekan, Societeit Concordia pun menggelar acara khusus pertunjukan musik dan tari setiap tiga bulan sekali bertajuk Bragabal. Pada malam pergantian tahun, Societeit Concordia mengadakan perayaan. Societeit Concordia yang selalu ramai oleh hiburan rutin dan acara khusus membuatnya disebut sebagai societeit tebaik di Hindia Belanda.


Kegiatan Societeit Concordia terus berkembang. Karenanya, pada 1921 dilakukan perbaikan dan penambahan gedung. Di bawah arsitek Wolff Schoemaker, Schouwburg Concordia, yakni gedung khusus pertunjukan, didirikan berdampingan dengan gedung utama Societeit Concordia.


Menurut A. Sobana Hardjasaputra dalam disertasinya “Perubahan Sosial di Bandung 1810-1906,” Societeit Concordia mencirikan bertambahnya kehidupan modern di Kota Bandung pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, sejalan dengan bertambahnya penduduk Eropa beserta aktivitas-aktivitasnya.


Societeit Concordia mendorong tumbuhnya pertokoan di Jalan Braga yang khusus menjual kebutuhan berpesta. Perkumpulan ini pun berperan dalam mengembangkan sarana dan jalur transportasi menuju Jalan Braga. Hingga akhirnya, Jalan Braga dikenal sebagai jantung kota Bandung.


Gedung Schouwburg Concordia semasa Sukarno kemudian berganti nama menjadi Gedung Merdeka. Sedangkan gedung Societeit Concordia sekarang dikenal sebagai Museum Asia Afrika. Gemerlap Hindia Belanda di Jalan Braga menjelma menjadi kenangan bersejarah bangsa Asia-Afrika yang mengadakan konferensi menuntut kemerdekaan bagi bangsa-bangsa Asia-Afrika pada April 1955.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Perdana Menteri Sutan Sjahrir diculik pengikut Tan Malaka, Presiden Sukarno minta Sjahrir dikembalikan.
bg-gray.jpg
Pengikut Tan Malaka menculik Sutan Sjahrir karena dianggap pengkhianat yang menjual tanah air kepada Belanda. Sukarno-Hatta memerintahkan untuk membebaskannya.
bg-gray.jpg
Identified with the god Vishnu and revered as the standard-bearer of all kings, the genealogy and depictions of Purnawarman can be traced in various Tarumanagara inscriptions.
bg-gray.jpg
Pernah populer sebagai pohon peneduh bersama asam jawa dan flamboyan. Kini, tanaman ini menjadi salah satu pohon yang paling populer untuk aktivitas penghijauan.
Cerita dari negeri yang jauh, tentang mereka yang menanti dan mengikhtiarkan keadilan.
Cerita dari negeri yang jauh, tentang mereka yang menanti dan mengikhtiarkan keadilan.
Seorang kapten kapal dan dokter menulis catatan harian seputar kehidupan di Batavia.
Seorang kapten kapal dan dokter menulis catatan harian seputar kehidupan di Batavia.
Indonesia siap mencuri perhatian pada gelaran final Piala Dunia 2018.
Indonesia siap mencuri perhatian pada gelaran final Piala Dunia 2018.
Kumpulan lukisan koleksi Istana Kepresidenan kembali dipamerkan di Jakarta. Ada kisah menarik di baliknya
Kumpulan lukisan koleksi Istana Kepresidenan kembali dipamerkan di Jakarta. Ada kisah menarik di baliknya
Kesulitan mengajari para agennya dalam menjalankan operasi rahasia, CIA meminta bantuan pesulap andal, John Mulholland.
Kesulitan mengajari para agennya dalam menjalankan operasi rahasia, CIA meminta bantuan pesulap andal, John Mulholland.
Dengan pendekatan yang kreatif, museum bukan lagi destinasi yang menjemukan.
Dengan pendekatan yang kreatif, museum bukan lagi destinasi yang menjemukan.
transparant.png
bottom of page