- 10 Mar 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 2 jam yang lalu
DI KAMPUNG Berastepu, Tanah Karo, puluhan serdadu Belanda melepaskan tembakan secara membabi-buta. Rumah-rumah penduduk digerebek. Mereka merampas harta benda pemilik rumah. Selain itu, beberapa warga kampung yang dicurigai ditangkap lalu ditembak tanpa pemeriksaan.
Menurut Sumbul Ginting warga setempat yang menyaksikan kejadian tersebut, ada 9 penduduk kampung Berastepu yang ditembak mati oleh Belanda. Mereka antara lain: Meltah Sembiring, Mestik Karo-Karo, Muniken Karo-Karo, Manik Ginting, Alar Karo-Karo, Kitik Sitepu, Masar Ginting, Naik Sembiring, dan Baban Sembiring.
“Demikianlah pada tanggal 1 Juni 1949 tentara Belanda yang berkekuatan 60 orang di bawah pimpinan Van der Plank telah menggerakan pasukannya dari Simpang Empat Surbakti ke Kampung Berastepu, melalui jalan setapak Jeraya dan Tambesi,” catat mantan veteran Perang Kemerdekaan, Letkol (Purn.) A. Surbakti dalam Perang Kemerdekaan II: Tanah Karo Jahe dan Dairi Area.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















