top of page

Teror Van der Plank di Tanah Karo

Van der Plank menebar intimidasi di kampung-kampung. Namun saat militer Belanda akan angkat kaki, sang algojo tidak mengakui perbuatannya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Gerilyawan Indonesia ditangkap tentara Belanda. (Wereldmuseum Amsterdam/Wikimedia Commons).

12 Mar 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 24 Jun

TANAH KARO, 5 Maret 1949, segerombolan pasukan Belanda pimpinan Mayor Van der Plank mengadakan gerakan ke daerah Empat Teran (Simpang Empat) . Begitu tiba di Kampung Sigarang-garang, mereka menyatroni beberapa rumah lalu membakarnya. Di tengah aksi intimidasi itu, sebanyak 5 penduduk diberondong peluru. Kelimanya ditembak mati karena tidak mau menunjukan tempat persembunyian gerilyawan Indonesia.


“Kelima penduduk yang menjadi korban keganasan Van der Plank tersebut ialah Benih Karo-karo (kepala kampung yang diangkat oleh pemerintah RI), Katan, Menet, Maca, dan Pa Ngaku,” ujar saksi mata Sumbul Ginting, seperti dikutip Letkol (Purn.) A.R. Surbakti dalam Perang Kemerdekaan II: Tanah Karo Jahe dan Dairi Area.


Peristiwa penggerebekan berdarah yang terjadi di Kampung Sigarang-garang tadi bukan hanya terjadi sekali.  Sepanjang paruh pertama 1949, Van der Plank melancarkan serentetan teror ke berbagai kampung di Tanah Karo. Van der Plank memimpin satuan polisi antigerilya (Troopen Intellegence Vor Gerilya/TIVG) yang bertugas memburu pejuang Republik. Namun dalam menjalankan tugasnya, pasukan Van der Plank kerap menyertakan tindakan brutal. Di beberapa tempat, mereka menjarah dan membakar kampung yang disambangi hingga membunuh warga setempat.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Atlet Kanada Duncan McNaughton tak dijagokan dalam cabang olahraga atletik di Olimpiade Los Angeles 1932. Bertanding melawan teman baiknya, McNaughton justru berhasil meraih medali emas di nomor lompat tinggi.
Atlet Kanada Duncan McNaughton tak dijagokan dalam cabang olahraga atletik di Olimpiade Los Angeles 1932. Bertanding melawan teman baiknya, McNaughton justru berhasil meraih medali emas di nomor lompat tinggi.
Jatuh-bangun menghadapi masalah keluarga lewat pergulatan batin. Menyajikan romantisme keluarga. (Tulisan mengandung beberan cerita).
Jatuh-bangun menghadapi masalah keluarga lewat pergulatan batin. Menyajikan romantisme keluarga. (Tulisan mengandung beberan cerita).
Bak kanker kronis, rasisme tetap tumbuh di lapangan hijau. Mencoreng keindahan sepakbola.
Bak kanker kronis, rasisme tetap tumbuh di lapangan hijau. Mencoreng keindahan sepakbola.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Dari seukuran lampu petromak, pemantik kini bisa digenggam dan mengisi kantong para perokok.
Dari seukuran lampu petromak, pemantik kini bisa digenggam dan mengisi kantong para perokok.
Selain mengibarkan bendera, kontingen Aljazair melarung mawar merah ke Sungai Seine yang jadi saksi Pembantaian Paris.
Selain mengibarkan bendera, kontingen Aljazair melarung mawar merah ke Sungai Seine yang jadi saksi Pembantaian Paris.
transparant.png
bottom of page