- 6 Mei 2021
- 3 menit membaca
Diperbarui: 25 Jun
SUATU hari di tahun 1962. Beberapa prajurit Resimen Tempur ke-831 dipanggil secara mendadak ke Moskow. Di depan para anggota Angkatan Udara Uni Soviet itu, seorang petinggi militer bernama Letnan Jenderal A.F. Semyonov mengumumkan bahwa dalam waktu beberapa hari ke depan mereka akan ditugaskan di suatu tempat yang merupakan salah satu titik konflik di dunia.
“Dia tidak menyebut tempat atau nama negara mana pun saat itu kepada kami. Yang jelas wilayah yang akan dituju, kata dia, memiliki perbedaan adat istiadat dan cuaca yang sangat berbeda dengan negara kami,” ungkap K. Dimitriev, seperti dikutip oleh sejarawan militer Uni Soviet Alexander Okorokov dalam buku Тайные войны СССР (Perang Rahasia Uni Soviet).
Beberapa hari kemudian, Dimitriev dan kawan-kawannya sudah berada di pesawat sipil Ilyushin-18 (Il-18). Setelah transit di Tashkent, New Delhi dan Rangoon, mereka belum juga mendapatkan kepastian akan menuju negara mana. Barulah ketika pesawat lepas landas, di atas Rangoon, kopilot memberikan kepada mereka masing-masing sebuah amplop.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















