top of page

Tan Malaka dan Angkatan Laut di Surabaya

Nama Tan Malaka umum dikenal lebih dulu ketimbang sosoknya. Ide-ide perjuangannya menginspirasi banyak pemuda, termasuk Hamzah Tuppu dari Angkatan Laut.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tan Malaka semasa muda. (digitalcollections.universiteitleiden.nl).

15 Okt 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 21 Feb

USAI aksi menolak UU Cipta Kerja yang berujung bentrok pada Selasa (6/10/20), nama Tan Malaka kembali menjadi pembicaraan. Bermula dari Banten. Aparat kepolisian daerah menangkap 14 orang peserta aksi di mana delapan di antaranya merupakan mahasiswa. Dari salah seorang mahasiswa, aparat menyita buku Merdeka 100 Persen karya Tan Malaka.


“Buku [Tan Malaka] kita dapatkan saat kita melakukan penggeledahan tersangka OA. Kita kembangkan, yang bersangkutan kita kenakan pasal 212 (KUHP), menyembunyikan buku itu, salah satu objek penelitian,” kata Wakil Direkture (Wadir) Reserse dan Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Banten AKBP Dedi Supriadi sebagaimana diberitakan suara.com, Minggu (11/10/20).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page