top of page

Sersan Mas Soemitro Melawan Nazi di Belanda

Dua pemuda Jawa ditipu mantan asisten residen Belanda. Akan disekolahkan ternyata dijadikan pembantu rumah tangga. Keduanya kemudian menjadi tentara Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tentara Nazi-Jerman, Waffen-SS, memasuki Amsterdam, Belanda, 1940. (Bundesarchiv/Wikimedia Commons).

6 Sep 2022
2 menit membaca

Diperbarui: 22 Apr

SEORANG pemuda Jawa, Mas Soemitro, tiba di Negeri Belanda pada 1914 bersama mantan asisten residen Belanda yang tinggal di Utrecht. Setahun sebelumnya, Mas Soepardji tiba di Belanda bersama istri asisten residen itu.


“Kepada orang tua kedua pemuda itu, asisten residen berjanji akan menyekolahkan mereka di Negeri Belanda untuk menjadi pengawas pekerjaan umum, tetapi ternyata mereka dimanfaatkan sebagai pembantu rumah tangga,” tulis Harry A. Poeze dalam Di Negeri Penjajah: Orang Indonesia di Negeri Belanda.


Mas Soemitro dan Mas Soepardji kemudian melapor ke pihak berwenang. Dewan Perwalian pun turun tangan. Sehingga mereka terbebas dari mantan asisten residen itu. Atas permintaan mereka, Dewan Perwalian mengirim keduanya ke Kampen atau sekolah pendidikan bintara.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Cristiano Ronaldo memilih putus sekolah untuk bermain sepakbola. Dijuluki Si Lebah Kecil.
Cristiano Ronaldo memilih putus sekolah untuk bermain sepakbola. Dijuluki Si Lebah Kecil.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Perempuan yang tak lelah memperjuangkan nasib sesamanya.
Perempuan yang tak lelah memperjuangkan nasib sesamanya.
transparant.png
bottom of page