Diperbarui: 22 Sep
PATAKA biru itu masih terpegang erat di tangan kirinya. Beberapa gompalan kecil tampak di “seragam” coverall oranyenya. Ia bergeming dalam sikap tegap meski rintik gerimis menaungi langit Semplak, Bogor siang itu.
Patung di dekat gerbang masuk Pangkalan Udara TNI AU Atang Sendjaja (Lanud ATS) itu menyimpan banyak cerita mewakili para pengawal dirgantara kebanggaan Indonesia. “Ini ikon kita dan kita menyebutnya Tugu Airman karena di TNI AU kita semua adalah Airman. Tugu atau monumen peringatan terhadap tugas dan bakti kita untuk negara,” kata Kepala Dinas Personel Lanud ATS Letkol (Pnb) Sigit Gatot Prasetyo kepada Historia.
Mengingat setiap hari diguyur hujan atau “ditembak” sinar matahari, sang Airman yang berdiri di atas dasar monumen persegi berbahan keramik itu tampak lusuh. Di empat sisi bagian dasar situs bernama resmi Monumen Perjuangan Satuan Helikopter TNI-AU itu juga tertera banyak cerita.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















