top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Jenderal Douglas MacArthur: Rebut Manila!

Pertempuran Manila jadi satu-satunya palagan kota di Perang Pasifik. Obsesi Jenderal Douglas MacArthur yang memicu horor pembantaian.

3 Feb 2021

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Pasukan Amerika memasuki kota Manila dan menghadapi perang kota pertama dan terakhir di front Pasifik. (malacanang.gov.ph).

  • 3 Feb 2021
  • 6 menit membaca

Diperbarui: 26 Jan

SUDAH tiga bulan sejak Jenderal Douglas MacArthur menginjakkan kaki lagi di Filipina untuk menunaikan janjinya, “I Shall Return!”, namun Manila masih belum dikuasainya. Padahal, bagi MacArthur Manila merupakan yang utama di Filipina.


MacArthur mendarat kembali ke Filipina pada 20 Oktober 1944. Dia mendarat di Pantai Merah Leyte. Saking semangatnya, MacArthur yang ditemani Presiden Filipina Sergio Osmeña turun dari kapal sesegera mungkin walau celananya harus kebasahan oleh air laut di bibir pantai.


“Bagi MacArthur, kembali ke Filipina dan menunaikan janjinya sudah jadi obsesi lamanya, sebagaimana paus beluga bagi Ahab dalam novel (Herman) Melville, Moby Dick. Kepala staf intelijen MacArthur Brigjen Charles Willoughby mengatakan: ‘Setiap pertempuran di Papua, setiap raid di Rabaul atau serangan kapal patroli terhadap kapal-kapal tongkang Jepang, adalah pendahuluan bagi penaklukan kembali Filipina,’” tulis James M. Scott dalam Rampage: MacArthur, Yamashita, and the Battle of Manila.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
Coolen Mengkristenkan Jawa

Coolen Mengkristenkan Jawa

Coolen menyebarkan Kristen menggunakan wayang. Dia melakukan akulturasi ajaran Kristen dengan budaya Jawa sehingga berbeda dengan Kristen Belanda.
bottom of page