top of page

18 Mei 1958: Pilot CIA Ditembak Jatuh di Ambon

CIA terlibat dalam pemberontakan Permesta. Pilotnya ditembak jatuh, operasinya dihentikan dan gagal total.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Allen Lawrence Pope dirawat petugas kesehatan Angkatan Laut Republik Indonesia di kapal RI Sawega. Foto: repro Patahnya Sayap Permesta karya Sugeng Sudarto, dkk.

18 Mei 2015
3 menit membaca

Diperbarui: 6 Apr

PADA 18 Mei 1958, pesawat pembom B-26 milik Amerika Serikat yang diterbangkan oleh Allen Lawrence Pope ditembak jatuh di Ambon. Pope, penerbang CIA (Dinas Intelijen Amerika Serikat) terlibat dalam pemberontakan Permesta (Piagam Perjuangan Semesta), yang wilayahnya meliputi Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku.


Menurut Tim Weiner dalam Membongkar Kegagalan CIA, pada usia 25 tahun Pope sudah menjadi veteran selama empat tahun dari misi-misi rahasia berbahaya. Dia terkenal karena keberanian dan semangatnya. Pilot-pilot CIA telah mulai membombardir pada 19 April 1958. Pope melakukan misi terbang pertamanya di Indonesia pada 27 April 1958.


Selama tiga pekan berikutnya, dia bersama rekan-rekannya sesama pilot CIA menyerang sasaran militer dan sipil di beberapa desa dan pelabuhan di timur laut Indonesia. Kedutaan Besar AS melaporkan bahwa ratusan warga sipil terbunuh. Direktur CIA, Allen Dulles dengan tegang menceritakan kepada Dewan Keamanan Nasional AS bahwa semua serangan bom tersebut telah mengundang kemarahan besar di kalangan rakyat Indonesia karena dituduhkan bahwa pilot-pilot AS memegang kendali.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Seorang kapten kapal dan dokter menulis catatan harian seputar kehidupan di Batavia.
Seorang kapten kapal dan dokter menulis catatan harian seputar kehidupan di Batavia.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Dokumenter pahlawan dari Fuentalbilla yang ditempa di La Masia. Memendam beban psikis di balik sifatnya yang kalem dan dingin.
Dokumenter pahlawan dari Fuentalbilla yang ditempa di La Masia. Memendam beban psikis di balik sifatnya yang kalem dan dingin.
Bergeming di bawah hujan salju, ribuan orang di Manchester dan Munich haru biru mengenang 60 tahun tragedi yang menimpa MU.
Bergeming di bawah hujan salju, ribuan orang di Manchester dan Munich haru biru mengenang 60 tahun tragedi yang menimpa MU.
Mengenal sepakbola dari ekspatriat, negeri kecil di Teluk Persia ini tampil di pentas internasional lewat Piala Dunia.
Mengenal sepakbola dari ekspatriat, negeri kecil di Teluk Persia ini tampil di pentas internasional lewat Piala Dunia.
Dengan pendekatan yang kreatif, museum bukan lagi destinasi yang menjemukan.
Dengan pendekatan yang kreatif, museum bukan lagi destinasi yang menjemukan.
transparant.png
bottom of page