top of page

Pesawat CIA dalam PRRI/Permesta

Maskapai penerbangan di Taiwan mendukung pemberontakan. Pilotnya tertangkap, keterlibatan CIA dalam PRRI/Permesta terungkap.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pesawat A-26 Invaders milik CAT dalam operasi PRRI/Permesta. (dc3dakotahunter.com).

9 Okt 2019
4 menit membaca

Diperbarui: 18 Mei

PADA 12 Maret 1958, Lenan Kolonel Sukendro, kepala intelijen Angkatan Darat, menunjukkan kepada para wartawan bukti-bukti pesawat DC-4 yang menjatuhkan senjata bagi pemberontak PRRI/Permesta. Pesawat lain yang mengangkut persenjataan mendarat di Manado. Pemerintah pusat mengetahui nama pilot dan nomor pesawat itu. Foto-foto pesawat yang mendrop senjata itu dipamerkan di Departemen Penerangan.


“Dia juga menuduh –dengan tepat– para pemberontak telah membeli sebuah pesawat DC-4, tetapi dia tidak mengetahui bahwa CIA-lah pemilik CAT yang bermarkas di Taiwan dan menjual pesawat itu dengan harga murah, yang sangat mungkin diatur Soemitro Djojohadikusumo,” tulis Audrey R. Kahin dan George McT. Kahin dalam Subversi Sebagai Politik Luar Negeri: Menyingkap Keterlibatan CIA di Indonesia.


Menurut Audrey dan George, Taiwan di bawah pimpinan Chiang Kai-shek sangat penting bagi Amerika. Taiwan merupakan jalur utama Amerika untuk menyalurkan peralatan perang kepada para pemberontak di Sumatra dan Sulawesi. Taiwan juga menjual persenjataan tambahan dan menyediakan sejumlah pilot serta instruktur artileri untuk pasukan pemberontak. Banyak anggota tentara PRRI/Permesta dikirim untuk mendapatkan pelatihan dalam menggunakan senjata dan peralatan komunikasi ke Taiwan, Okinawa, dan Saipan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page