top of page

Orang Madura dalam Perang Aceh

Titian kariernya dimulai dari sersan KNIL. Dianggap berjasa dalam Perang Aceh, Raden Ario Setjo Negoro dianugerahi bintang Ridder Militaire Willemsorde 4e klasse.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 3 Mar 2025
  • 2 menit membaca

KETIKA muda, Raden Ario Setjo Negoro berkarier di militer. Saat berpangkat sersan, dia ditempatkan di Barisan Bangkalan, bagian dari Korps Barisan Madura, sebuah Hulptroepen (pasukan bantuan) dalam tentara kolonial Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger (KNIL). Pada 1875, catat suratkabar Java Bode 6 Oktober 1875, Raden Ario Setjo Negoro naik pangkat ke letnan-dua (letda) di Barisan Bangkalan.


Raden Ario Setjo Negoro kemudian diikutkan dalam Perang Aceh di bawah komando Belanda. Arsip Register Ridder Militaire Willemsorde 4 nomor 4305 menyebut, Raden Ario Setjo Negoro berperan dalam pertempuran di Kotta Alam dan Oleh Karang.


Pada 28 Juli 1876, Kotta Alam dan Oleh Karang diserang orang-orang Aceh. Serangan itu membuat Raden Ario Setjo Negoro yang dibantu perwira kesehatan bernama Doring mengarahkan pasukannya untuk berlindung. Dalam mengatasi serangan mendadak itu, Raden Ario Setjo Negoro menunjukkan keberaniannya.


“Setjo Negoro yang memimpin pasukan, yang diiringi beberapa fusilier lainnya, mula-mula melepaskan beberapa kali tembakan, kemudian menyerang musuh dengan bersemangat, dan berhasil menghancurkan musuh,” catat Pieter Brooshooft dalam Geschiedenis van den Atjeh-Oorlog, 1873-1886.


Aksinya dalam pertempuran Kotta Alam dan Oleh Karang itu diapresiasi militer Belanda. Keberanian dan kepemimpinannya dalam periode November 1875-Agustus 1876 itu membuat Letnan-dua Raden Ario Setjo Negoro dianugerahi bintang Ridder Militaire Willemsorde 4e klasse berdasar Koninklijk Besluit tanggal 21 Juni 1877 Nomor 24.


Raden Ario Setjo Negoro tak lama di Barisan Bangkalan. Menurut suratkabar De Locomotief tanggal 16 April 1879, Letnan-dua Raden Ario Setjo Negoro mengundurkan diri dengan hormat.*


*Artikel ini dikoreksi pada 29 Maret 2025. Dalam naskah sebelumnya terdapat kesalahan karena memasukkan riwayat RA Setjonegoro, bupati Sidayu dan kemudian bupati pertama Jombang. Redaksi meminta maaf atas kesalahan tersebut. Terima kasih kepada Abi Mu’ammar Dzikri atas kesediaan menggunakan hak koreksi dan mengizinkan artikelnya dimuat di Historia.ID dengan judul Riwayat Bupati Pertama Jombang

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
transparant.png
bottom of page