- 10 Jan 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 16 Mei
ORANG Batak sempat tidak dipercaya menjadi anggota KNIL (Koninklijke Nederlandsche Indische Leger atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda). Mereka baru bisa diterima dengan baik sebagai serdadu kolonial sejak tahun 1929. Jika pun ada sebelum 1929, orang Batak harus menjalani masa percobaan dulu.
Suatu hari di tahun 1929, seorang Batak yang telah menjadi sersan KNIL datang ke Tarutung. Sumatra Post, 28 Desember 1929 memberitakan, ia datang dari Bandung dengan tujuan merekrut 60 orang Batak untuk menjadi serdadu KNIL.
Satu dekade kemudian, KNIL memberikan kesempatan kepada dua pemuda Batak, satu dari Batak Toba dan satu lagi dari Mandailing, sebagai calon perwira di CORO (Corps Opleiding Voor Reserve Officieren atau Koprs Pendidikan Perwira Cadangan) dan KMA (Koninklijke Militaire Academie atau Akademi Militer Kerajaan) di Bandung.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















