top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Opsir Jepang Membelot di Front Sumatra

Kiprah dua perwira Jepang yang tak sudi menyerah. Mereka kemudian bergabung dengan gerakan perjuangan Indonesia di Tapanuli dan Aceh.

Oleh :
16 Jan 2021

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Polisi Militer Belanda menangkap tentara Jepang yang membelot ke Indonesia di Medan. (Nationaal Archief).

Diperbarui: 20 Jan

PASCA Jepang menyerah kepada Sekutu pada 14 Agustus 1945, nasib para serdadu Jepang di Indonesia mengalami ketidakjelasan. Resminya, mereka harus menyerahkan diri kepada Sekutu sebagai pemenang perang. Namun nyatanya sebagian kecil memilih untuk membelot ke kubu pejuang Indonesia dan terlibat aktif dalam perlawanan terhadap Belanda pada 1946-1949.


Mengacu kepada catatan arsip Yayasan Warga Persahabatan Indonesia-Jepang yang berkedudukan di Jakarta, usai Perang Dunia II terdapat 903 eks serdadu Jepang yang ikut andil dalam Perang Kemerdekaan Indonesia. Namun menurut peneliti sejarah asal Jepang Eiichi Hayashi, jumlah sebenarnya bisa jadi lebih banyak dari itu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Dari Brussel ke Jalan Astrid di Kebun Raya Bogor. Raja dan Ratu Belgia dari berbagai masa punya cerita di Indonesia.
Riwayat Konglomerat Dasaad

Riwayat Konglomerat Dasaad

Jaringan bisnis Dasaad membentang di dalam dan luar negeri. Ia tercatat sebagai pengusaha Indonesia pertama yang membuka kantor cabang di Amerika Serikat.
Brigitte Bardot yang Kontroversial

Brigitte Bardot yang Kontroversial

Brigitte Bardot tak sekadar ikon perfilman yang dijuluki “Marylin Monroe-nya Prancis”. Ia juga “lokomotif sejarah perempuan”.
bottom of page