- 17 Agu 2019
- 3 menit membaca
Diperbarui: 31 Mei 2025
PANGLIMA Komando Mandala, Mayor Jenderal TNI Soeharto dibekap rasa gelisah. Perintah untuk menginvasi Irian Barat dari Panglima Tertinggi Presiden Sukarno belum tiba. Padahal, rencana operasi besar-besaran dengan sandi “Jayawijaya” telah dipersiapkan. Tidak mau berdiam diri dengan menunggu, Soeharto mendahuluinya dengan melancarkan sebuah operasi penerjunan.
Pada 9 Agustus 1962, Soeharto menginstruksikan infiltrasi ke kota-kota penting. Operasi yang diberi sandi “Jatayu” ini terbagi atas tiga kelompok pasukan. Masing-masing bernama Elang, Gagak, dan Alap-alap. Operasi penerjunan ditetapkan pada 14 Agustus 1962. Sebelum terjun, Soeharto sempat memberikan pengarahan dan motivasi kepada anak buahnya.
“Untuk meninggikan moril pasukan, beliau menyatakan agar mereka tidak usah kuatir karena rakyat di daerah Irian Barat siap menyambut kedatangan pasukan Indonesia,” ujar Kolonel (Purn.) Rachman kepada Saleh Djamhari dan tim pusat penerangan sejarah ABRI dalam Tri Komando Rakyat Pembebasan Irian Barat.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















