top of page

Murid Westerling Tewas di Parepare

Tiga pasukan elit anak buah Westerling terbunuh di Talolo. Sebagai balasannya, hampir 200 orang penduduk jadi tersangka dan terbunuh.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Selama Perang Kemerdekaan Indonesia, Kapten Westerling bersama pasukan DST/KST-nya bikin ulah di berbagai tempat. Di Sulsel, ribuan orang jadi korban keganasannya. (Foto: nationaalarchief.nl)

28 Feb 2024
2 menit membaca

SEBUAH jip yang dinaiki Pembantu Letnan (Peltu) Jan Baptist Vermeulen dan Sersan Mayor Albert Schultz tiba di punggung sebuah gunung. Vermeulen dan beberapa orang lalu turun dari jip dan berjalan kaki ke dua kampung bernama Segeri dan Talolo.


Sampai di sana, bintara tinggi itu malah terpaksa menyaksikan pemandangan mengerikan. Tiga bawahannya terbunuh. Mereka adalah Sersan Theunis Okkerse, Prajurit Pieter van Ee, dan Prajurit Peter Antonius Peeters. Ketiga anggota pasukan khusus Depot Speciale Troepen (DST) didikan Kapten Westerling itu ditemukan dalam kondisi tercincang-cincang.


“Mayat-mayat itu dirampas dan ditusuk berkali-kali. Juga kompas, pistol, dan arloji dari Sersan Okkerse hilang,” kenang Vermeulen seperti dicatat Maarten Hidskes dalam Di Belanda Tak Seorang pun Mempercayai Saya.



Vermeulen dan anggota DST lain lalu menyita semua senjata tajam atau bahan peledak dari kampung itu. Vermeulen yakin bahwa orang-orang Segeri dan Talolo adalah orang yang bersalah atas kematian tiga anak buahnya itu dan mereka harus bertanggungjawab. Lalu dikumpulkannyalah orang-orang dari Talolo dan Segeri.


“Tembak semua orang,” Vermeulen yang marah mengeluarkan perintah dalam bahasa Melayu pasar.


Hari itu, seperti dicatat laporan Van Rij en Stam, ada 200-an orang kampung yang terbunuh. Peristiwa pada 1 Februari 1947 itu terjadi setelah 26 anggota Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) telah dieksekusi pada hari itu juga. Ini belum termasuk rakyat sipil yang menjadi korban daripada pasukan Kapten Westerling tersebut.



Tak peduli berapa ratus orang yang telah dihabisi dalam perjalanannya, kematian tiga anggota Vermeulen oleh pihak lawan yang disebutnya “extrimist” tak bisa diterima olehnya. Vermeulen begitu terpukul dengan kejadian itu.


“Brengsek, kurang ajar, orang-orang saya mati seperti itu,” Vermeulen memaki ketika sampai kembali ke jip, seperti dicatat Maarten Hidskes.


Tentang kematian tiga anggota DST tersebut, ada beberapa versi cerita. Maarten Hidskes mencatat: ada versi yang menyebut Sersan Okkerse dan dua prajurit itu digoda “gadis-gadis nakal” dengan “tawaran erotis” mereka. Ketiganya termakan perangkap “gadis-gadis nakal” itu. Versi lain, dari keluarga van Okkerse, menyebut bahwa ketiganya dijebak oleh orang-orang yang menyamar dengan memakai pakaian serdadu KNIL. Anggota DST itu tidak ambil pusing dengan pikiran orang-orang kampung yang membunuh ketiga kawan mereka itu merasa terancam hingga harus membunuh kawan mereka.



Prajurit Peter Antonius Peeters, menurut arsip OGS, adalah kelahiran Belfeld, 15 November 1921. Sementara Prajurit Pieter van Ee lebih tua lagi usianya, ia kelahiran 2 September 1917. Sementara itu, Sersan Theunis Okkerse adalah yang termuda. Dia kelahiran 14 Agustus 1922 dan sebelum jadi pasukan khusus DST pernah berada di korps artileri.


Kematian Sersan Theunis Okkerse tentu menggagalkan rencana perkawinannya dengan tunangannya. Ketika Theunis Okkerse terbunuh, pacarnya sedang dalam perjalanan ke Hindia Belanda untuk menikahi Okkerse.


Kematian tiga serdadu DST itu menghalangi usaha pembantaian terhadap orang-orang yang dicurigai sebagai ekstrimis oleh tentara Belanda. Sebab, ketika datang ke Sulawesi Selatan pada Desember 1946, Kapten Westerling memimpin lebih dari 120 anggota DST yang telah dilatihnya di Jakarta. DST yang dilatih dan dipimpin Kapten Westerling itu tak hanya berisikan bule Belanda saja, tapi juga orang-orang Indonesia dari berbagai etnis.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Kerusuhan rasial Chicago 1919, kisah pilu orang kulit hitam di negeri tempat kelahiran demokrasi.
Kerusuhan rasial Chicago 1919, kisah pilu orang kulit hitam di negeri tempat kelahiran demokrasi.
Tenar karena karakter bermain dan gaya rambutnya mirip Maradona. Berhasil bangkit dari keterpurukan pasca-gantung sepatu.
Tenar karena karakter bermain dan gaya rambutnya mirip Maradona. Berhasil bangkit dari keterpurukan pasca-gantung sepatu.
Hari lahir WR Supratman 9 Maret ditetapkan sebagai Hari Musik Nasional. Padahal tanggal itu masih diperdebatkan.
Hari lahir WR Supratman 9 Maret ditetapkan sebagai Hari Musik Nasional. Padahal tanggal itu masih diperdebatkan.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
transparant.png
bottom of page