- 15 Des 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 23 Feb
ORANG-orang Medan pada masa revolusi kemerdekan mengenang sosok Raymond Westerling sebagai seorang algojo, tukang jagal berdarah dingin. Dia selalu bergerak saat malam. Hanya disertai dua atau tiga orang pengawal, Westerling memburu satu persatu pejuang republik. Setelah dieksekusi, mayat mereka dipertontonkan kepada khalayak. Begitulah Westerling menebar teror semasa bertugas di Medan.
“Saya teringat pula akan kisah seorang algojo tentara Belanda bernama Westerling, yang di sekitar Medan melakukan teror pembunuhan,” tutur sastrawan Sitor Situmorang dalam otobiografinya Sitor Situmorang: Seorang Sastrawan 45 Penyair Danau Toba. Sitor mengawali kariernya sebagai jurnalis harian Waspada di Kota Medan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












