top of page

Mataram Batal Menyerang Banten

Raja Mataram batal menyerang Banten karena bisulan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Meriam Kesultanan Mataram dalam film Sultan Agung: Takhta, Perjuangan, Cinta (2018).

15 Jun 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 30 Apr

SETELAH kekalahan Cirebon, Raja Mataram Sunan Amangkurat I,merencanakan sebuah ekspedisi ke Banten. Waktunya ditetapkan pertengahan tahun 1652. Pamannya, Pangeran Purbaya, ditunjuksebagai pemimpin penyerangan.


Tiba-tiba para pemuka agama memberi tahu bahwa ayahnya, Sultan Agung, pada waktu akhir hayatnya telah berpesan agar senjata Mataram pertama-tama harus diarahkan ke timur kemudian ke barat; kalau tidak, Mataram tidak akan memperoleh berkah.


“Berarti pertama-tama Blambangan (Banyuwangi, red.) harus direbut dari orang-orang Bali yang kafir, sebelum dapat menyerang kaum seagama di Banten,” tulis H.J. de Graaf dalam Disintegrasi Mataram di Bawah Mangkurat I.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page