top of page

Masa Bersiap dan Ironi Belanda

Orang Belanda mengenang masa bersiap sebagai kejahatan. Namun, di Karawang-Bekasi, para pelaku aksi bersiap justru direkrut militer Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Milisi HAMOT, direkrut dari kalangan kriminal. (Arsip Nasional Belanda).

17 Sep 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 22 Jul

SELAMA Oktober 1945, di seluruh Jawa dan sebagian kecil Sumatra, aksi-aksi berdarah dilakukan nyaris setiap hari oleh sebagian orang Indonesia. Dalam catatan Mary van Delden, sejarawan dari Universitas Radboud, Belanda, jumlah korban yang jatuh mencapai ribuan jiwa.


“Andaikan tentara Indonesia tidak ikut campur menjaga sebagian kamp internir saat itu, saya yakin korban jiwa akan jauh lebih banyak,” tulis Marry dalam disertasinya “De republikeinse kampen in Nederlands-Indië, Oktober 1945-Mei 1947. Orde in de chaos?” (Kamp Republik di Hindia-Belanda, Oktober 1945-Mei 1947. Ketertiban di tengah kekacauan?).


Menurut Robert B. Cribb, seluruh aksi brutal itu sejatinya ditujukan kepada orang-orang Belanda dan para pengikutnya yang memiliki gelagat ingin berkuasa kembali di negeri bekas jajahannya. Tidak ada satu pun sasasaran yang logis untuk dijadikan pelampiasan revolusiener selain orang-orang tersebut.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Depresi Besar dan Perang Dunia II membuat masyarakat AS mendaur ulang karung untuk dijadikan pakaian. Menjadi tren dan diminati hingga memunculkan karung beraneka warna, motif, dan ukuran.
Depresi Besar dan Perang Dunia II membuat masyarakat AS mendaur ulang karung untuk dijadikan pakaian. Menjadi tren dan diminati hingga memunculkan karung beraneka warna, motif, dan ukuran.
Sebelum payung hukum dibuat, mengusut kasus kekerasan dalam rumah tangga bak menegakkan benang basah.
Sebelum payung hukum dibuat, mengusut kasus kekerasan dalam rumah tangga bak menegakkan benang basah.
Tim Garuda Muda tengah “menyala”. Harapan kembali ke pentas olimpiade terbuka lebar setelah absen nyaris tujuh dekade di cabang sepakbola.
Tim Garuda Muda tengah “menyala”. Harapan kembali ke pentas olimpiade terbuka lebar setelah absen nyaris tujuh dekade di cabang sepakbola.
Prancis menjual wilayah Louisiana kepada Amerika Serikat. Salah satu penjualan tanah terbesar di dunia.
Prancis menjual wilayah Louisiana kepada Amerika Serikat. Salah satu penjualan tanah terbesar di dunia.
Survei tiga lembaga terkenal memenangkan Dewey dalam Pilpres AS 1948. Bahkan, surat kabar telah memberitakannya. Ternyata Truman yang menang.
Survei tiga lembaga terkenal memenangkan Dewey dalam Pilpres AS 1948. Bahkan, surat kabar telah memberitakannya. Ternyata Truman yang menang.
transparant.png
bottom of page