- 22 Agu 2022
- 3 menit membaca
Diperbarui: 18 Mei
KONFERENSI Meja Bundar di Den Haag, Belanda, juga membahas nasib anggota Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger (KNIL), yang akan bubar pada pertengahan 1950 setelah pengakuan kedaulatan pada 27 Desember 1949.
Anggota KNIL diberi kesempatan masuk Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) atau Tentara Nasional Indonesia (TNI). Tawaran itu disambut gembira bahkan oleh orang-orang Indo. Namun, ada pula yang menolaknya. Anggota KNIL yang menolak tawaran itu ikut ke Negeri Belanda atau ditugaskan ke daerah koloni Belanda lain.
Di antara mereka kemudian ada yang terlibat kekacauan pada paruh pertama tahun 1950, seperti Peristiwa Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) di Bandung, Peristiwa Andi Azis di Makassar, Republik Maluku Selatan (RMS) di Ambon dan sekitarnya, kekacauan kecil di Balikpapan yang melibatkan Batalion Andjing NICA, dan penyerangan Bioskop Rex di Malang. Pelaku kerusuhan-kerusuhan itu adalah anggota KNIL dari Ambon. Golongan yang dikecewakan di awal revolusi kemerdekaan Indonesia.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















