top of page

Laskar Muslim Hitler di Afrika Utara

Ribuan sukarelawan Arab Muslim angkat senjata di bawah panji Nazi. Dikompori semangat mengenyahkan musuh bersama: kolonialis Inggris dan Yahudi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Para anggota Freies Arabien atau legiun muslim Nazi di Timur Tengah dan Afrika Utara. (Bundesarchiv).

28 Apr 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 20 Apr

“MUSUH dari musuhku adalah temanku.” Ungkapan politis tersebut cocok untuk menilai eratnya hubungan Adolf Hitler dengan kalangan dunia Arab di Perang Dunia II. Baik Der Führer dan Amin al-Husseini, wakil dunia Arab, punya musuh bersama: Sekutu dan Yahudi.


Al-Husseini tak lain adalah Mufti Besar Yerusalem yang sempat memimpin Pemberontakan Arab di Palestina, 1936-1939. Meski disokong dana oleh bos fasis Italia Benito Mussolini, pemberontakan itu kandas. Al-Husseini lari ke Eropa hingga kemudian bersua Hitler di Berlin pada 28 November 1941.


Dalam pertemuannya, Hitler menjanjikan sokongan penuh kepada Al-Husseini untuk jadi pemimpin dunia Arab, mulai dana, senjata, hingga pembentukan askar (laskar) alias prajurit muslim di bawah panji Nazi. Dalam gejolak Perang Dunia II, salah satu unit ternama hasil dari janji Hitler pada Al-Husseini itu adalah Divisi Gunung ke-13 “Handschar” di bawah naungan Waffen-SS (Pasukan Schutzstaffel).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Raksasa pemakan tumbuhan yang lembut ini juga karnivora dan oportunis?
Raksasa pemakan tumbuhan yang lembut ini juga karnivora dan oportunis?
Usai menginspirasi jutaan orang dalam sepakbola, kini sang legenda pergi untuk selamanya. Jakarta beruntung sempat menjadi salah satu kota yang dikunjungi Maradona.
Usai menginspirasi jutaan orang dalam sepakbola, kini sang legenda pergi untuk selamanya. Jakarta beruntung sempat menjadi salah satu kota yang dikunjungi Maradona.
Pele, Maradona, Ronaldo hingga Messi jago dalam prestasi. Dalam hal pesona dan brand, Beckham belum tertandingi.
Pele, Maradona, Ronaldo hingga Messi jago dalam prestasi. Dalam hal pesona dan brand, Beckham belum tertandingi.
transparant.png
bottom of page