- 25 Des 2019
- 6 menit membaca
Diperbarui: 24 Des 2025
BEKAS jalan raya Cianjur-Ciranjang-Bandung itu sudah tak berbentuk lagi. Permukaan aspalnya sudah tertutup semak-semak. Sementara berbagai pepohonan liar tumbuh subur di sekitarnya. Sebagian sudah menjulang tinggi dan berukuran raksasa, rimbun melindungi kawasan tersebut dari sengatan matahari.
Jalan yang diapit oleh tebing tinggi dan jurang yang curam itu sejatinya masuk dalam wilayah tepi Sungai Cisokan dan termasuk dalam jalur De Postweg (Jalan Raya Pos) yang dibuat oleh Gubernur Jenderal Herman Millem Daendels (1808-1811). Namun, sejak akhir 1970-an, jalur (sekaligus jembatannya yang melintasi Sungai Cisokan) itu sudah tidak lagi dipergunakan dan terbengkalai begitu saja.
“Malah beberapa tahun lalu sempat dijadikan lahan pembuangan sampah untuk wilayah Kecamatan Ciranjang dan sekitarnya, tapi setelah ada protes dari warga lalu dihentikan,” ujar Achmad Saepudin, penduduk di sekitar wilayah itu.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















