- 10 Jul 2020
- 5 menit membaca
Diperbarui: 21 Apr
CAT kamuflase wajah yang dikenakan tak melunturkan kejelitaannya. Seragam hijau yang membalut tubuh gemulainya dan sepatu bot merah khas IDF (Tentara Israel) yang membungkus kakinya juga tak mengurangi keanggunannya. Balutan keanggunan dan daya mematikannya kian lengkap dengan baret hijau muda yang bertengger di kepala Sersan Gaya Bertele.
Bintara dari kesatuan Batalyon ke-227 “Bardelas”, salah satu batalyon campuran (prajurit pria-wanita) di bawah Brigade Regional Eilat, Komando Militer Selatan IDF, itu amat bangga dengan profesinya. Sersan Gaya sempat berkiprah hingga menjadi komandan skuad di salah satu batalyonnya yang punya lingkup tugas di wilayah Arava di perbatasan Israel-Mesir.
Tetapi lantaran sebuah insiden yang membuatnya cedera, Gaya dipindah dari kombatan di lapangan ke belakang meja di markas brigade. Namun itu tak mengurangi rasa bangga prajurit cantik berusia 23 tahun itu, yang mungkin bisa bikin kakek dari pihak ayahnya bangkit dari kubur.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















