- 2 Agu 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 16 Feb
TIADA secercah pun cahaya bulan di Selat Blackett, perairan Kolombangara, Kepulauan Solomon dini hari 2 Agustus 1943 itu. Tetapi dengan setengah nekat Mayor Laut Kohei Hanami memutuskan untuk menambah kecepatan kapal yang dinakhodainya, kapal perusak Amagiri, untuk menembus kegelapan nan pekat itu.
Mayor Hanami masih terbebani tugas untuk memimpin konvoi angkut pasukan darat beserta kargo amunisi, makanan, dan beberapa suplai lain dari Rabaul ke Vila di selatan Pulau Kolombangara. Amagiri dari satuan Flotilla Perusak ke-11 Kaigun (Angkatan Laut Jepang) jadi ujung tombak konvoi yang juga diperkuat tiga kapal perusak lainnya: Arashi, Shigure, dan Hagikaze.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












