top of page

Ketika Eks KNIL Menyerang Markas APRIS

Sekelompok eks KNIL melakukan penembakan brutal ke markas APRIS di Makassar. Pertempuran pun berlangsung selama berhari-hari.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tentara APRIS tahun 1950. (Nationaal Archief).

3 Apr 2021
2 menit membaca

Diperbarui: 24 Jul

DALAM sejarah, peristiwa penyerangan terhadap markas aparat bersenjata pernah terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan. Kala itu, markas Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) dihujani tembakan senjata berat oleh eks anggota KNIL.


Penyerangan terhadap markas APRIS terjadi pada 5 Agustus 1950. Saat penyerangan terjadi, para pembesar militer Indonesia dan Belanda di Makassar sedang melakukan pertemuan. Mereka membahas soal insiden-insiden yang melibatkan bekas tentara Belanda sejak permulaan 1950 yang menimbulkan keresahan, serta menyulut kemarahan rakyat Makassar.


Dijelaskan dalam Republik Indonesia: Provinsi Sulawesi, terbitan Kementerian Penerangan RI, selama Mei hingga Juli anggota KNIL terus-menerus memberikan kesulitan bagi rakyat dengan berbagai tindakan kejamnya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page