top of page

Kekejaman Barisan Macan Loreng

Seorang haji memihak kepada Belanda. Menghabisi pemuka agama Islam dan santrinya dengan keji.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 17 Jul 2022
  • 2 menit membaca

PERJUANGAN mempertahankan kemerdekaan sungguh berat. Di awal kemerdekaan, pejuang Indonesia harus menghadapi tentara Jepang yang ditugaskan menjaga status quo. Pejuang Indonesia kemudian berhadapan dengan Sekutu yang terdiri dari tentara Inggris, India, dan Gurkha. Setelah tugas Sekutu selesai, Indonesia melawan tentara Belanda yang ingin kembali menguasai Indonesia.


Selama perang kemerdekaan, banyak serdadu Jepang dan Sekutu –terutama tentara India muslim– yang membelot ke pihak Indonesia. Ada juga tentara Belanda yang bergabung dengan tentara Indonesia, seperti Poncke Princen. Mereka menjadi sukarelawan asing yang membantu perjuangan Indonesia. Sebaliknya, di luar serdadu kolonial KNIL, Belanda juga merekrut orang-orang Indonesia.


Di Jakarta misalnya, Letnan Dua Koert Bavinck, perwira intelijen Belanda, membentuk HMOT (Hare Majesteit’s Ongeregelde Troepen atau Pasukan Non-Organik Sang Ratu). Anggota pasukan pribumi ini direkrut dari bekas laskar dan jawara.


Anak-anak muda bumiputra itu tidak hanya sebagai penunjuk jalan, tapi juga bertempur seperti serdadu. “Mereka memiliki andil besar dalam kejatuhan Karawang dan Cikampek ke tangan Belanda pada 23 Juli 1947,” kata Robert B. Cribb, sejarawan Australia, kepada Hendi Jo, penulis Historia.ID.


Selain di Jakarta, tentara Belanda bisa jadi juga membentuk pasukan-pasukan pribumi di berbagai daerah, seperti di Jawa Barat.


Di front Bandung, Panglima Divisi Siliwangi Kolonel A.H. Nasution menyaksikan kepanikan rakyat dan kegugupan pasukan karena musuh muncul dan memukul di mana-mana, sampai ke tempat-tempat yang selama ini dianggap aman.


Nasution menyebut tentara Belanda membentuk pasukan garong untuk mengacau di kampung-kampung perbatasan.


“Mereka disuruh pula oleh Belanda untuk menangkap pemuda-pemuda, membunuh secara kejam rakyat yang tak mau masuk NICA, dan ada pula yang dipakai mereka sebagai perisai dalam pertempuran,” kata Nasution dalam Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia Jilid 3 Diplomasi Sambil Bertempur. NICA (Nederlandsch Indische Civiel Administratie) adalah Pemerintahan Sipil Hindia Belanda.


Pihak Indonesia juga memberdayakan orang-orang yang berkerja di dunia hitam. Barangkali daripada mereka dimanfaatkan oleh tentara Belanda, maka Mayor Jenderal TNI dr. Moestopo berinisiatif membentuk pasukan yang terdiri dari pencuri, pencopet, dan pelacur. Mereka dikirim ke daerah pendudukan Belanda untuk mengacaukan situasi dan menurunkan daya tempur pasukan Belanda.


Selain pasukan garong, kata Nasution, Belanda juga mempergunakan penduduk yang lemah pendiriannya untuk menjadi kaki tangan dan provokator. “Seperti Barisan Macan Loreng Haji Yusuf di Tagogapu, Padalarang,” kata Nasution.


Nasution mencatat, Barisan Macan Loreng melakukan aksinya pada 11 Juli 1946. Kepala pasukan Macan itu membunuh seorang pemuka agama Islam, H. Akhmad Rujadi, dan beberapa orang santrinya, karena menolak mentah-mentah desakan mereka untuk memihak kepada Belanda.


Haji Yusuf dan pengikutnya membunuh dengan keji. “Kepala korban-korban itu sampai mereka kupas,” kata Nasution. Sayangnya, Nasution tidak menjelaskan bagaimana akhir dari Haji Yusuf dengan Barisan Macan Lorengnya.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
bg-gray.jpg
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
bg-gray.jpg
Kala ditugaskan ke Pontianak, Rudy Blatt dapat informasi pembantaian rakyat oleh Jepang. Berinisiatif mencari para penjahat perang Jepang itu.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
transparant.png
bottom of page