top of page

Jenderal yang Ditolak Jadi KSAD

Meski sudah minta berhenti, jenderal ini dipaksakan menjadi KSAD. Diboikot para perwira tinggi AD.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Jenderal Mayor TNI (Purn.) Bambang Utojo, mantan KSAD dan Ketua Umum Korps Cacad Veteran, 5 Desember 1977. (IPPHOS/Perpusnas RI).

13 Des 2022
3 menit membaca

Diperbarui: 9 Jul 2025

DATANGLAH kiriman granat tangan kepada rombongan tentara Republik Indonesia di Mangunjaya, Sumatra Selatan. Kala itu, senjata buatan sendiri dari kalangan Republik, masih belum dipercaya. Kolonel Bambang Utojo pun turun tangan untuk mencoba granat lokal itu.


Menurut buku Sejarah TNI-AD, 1945–1973: Riwayat Hidup Singkat Pimpinan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, granat itu dibuat jelang berakhirnya Agresi Militer Belanda pertama pada 1947 dan Bambang Utojo sendiri terlibat dalam pembuatannya.


Ketika granat itu berada dalam genggaman Bambang Utojo dan belum dilemparkan ke sasaran, granat itu meledak di tangan. Tangan kanan Bambang Utojo pun harus diamputasi oleh dr. Ibnu Sutowo.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page