top of page

Jenderal-Jenderal Belanda yang Kehilangan Nyawa di Aceh

Selain Köhler, ada beberapa jenderal Belanda meregang nyawa di Aceh. Tiap dekade Perang Aceh selalu memakan korban jenderal Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kerkhof Peucut di Banda Aceh menjadi makam banyak serdadu Belanda yang tewas dalam Perang Aceh. Beberapa di antaranya makam jenderal. (Si Gam Acèh/Wikimedia Commons).

25 Sep 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 18 Jan

ACEH tak ramah pada jenderal-jenderal Belanda. Selain beberapa yang terbunuh, ada pula jenderal Belanda yang terluka dalam Perang Aceh seperti Janderal Mayor Karel van der Heijden.


Perang Aceh menjadi neraka bagi para serdadu Belanda. Di minggu-minggu pertama pendaratan pasukan Belanda berkekuatan 3000 prajurit saja, korban di pihak Belanda luar biasa besar. Dalam ekspedisi militer Belanda di Aceh yang dipimpin Jenderal Mayor Johan Herman Rudolf Köhler (1818-1873) itu, Jenderal Köhler sendiri tewas tertembak sniper Aceh di depan Masjid Raya Banda Aceh pada 14 April 1873.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
transparant.png
bottom of page