top of page

Iptu Tembak Briptu

Kapolsek tembak anak buah. Niatnya bercanda malah merenggut nyawa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi pistol dengan amunisi. (Tom Def/Unsplash).

  • 17 Jul 2022
  • 2 menit membaca

BRIGADIR J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat tewas ditembak oleh Bharada E di rumah Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo pada Jumat, 8 Juli 2022.


Brigadir J adalah anggota Bareskrim yang bertugas sebagai sopir dinas istri Ferdy Sambo. Sedangkan Bharada E adalah anggota Brimob yang bertugas menjadi pengawal Ferdy Sambo.


Menurut keterangan Polri, baku tembak terjadi karena Brigadir J masuk kamar sambil menodongkan senjata dan diduga melecehkan istri Ferdy Sambo. Publik menilai banyak kejanggalan dalam kasus ini. Sehingga Polri dan Komnas HAM membentuk tim khusus untuk menyelidikinya.


Insiden polisi tembak polisi bukan kali ini saja terjadi. Peristiwa serupa terjadi 16 tahun lalu di Polsek Telaga, Gorontalo.


Majalah Gatra, 9 Agustus 2006, melaporkan kejadian itu. Pada malam nahas sekitar pukul 01.45, Kapolsek Iptu Koko Aryanto Wardani bermaksud mengontrol anak buahnya yang sedang piket. Anggota polisi yang jadwal piket adalah Briptu Marto Lawani, Briptu S.K. Nongsi, dan Bripda Rauf Katili.


Tiba di Polsek, Koko mendapati Nongsi dan Rauf sedang terlelap. Sementara Marto sedang ngobrol dengan Roy, warga yang tinggal dekat Polsek. Sambil marah-marah, Koko membangunkan Nongsi dan Rauf.


Koko kemudian mendekati Marto sembari memutar-mutar pistol dengan telunjuk kanan. Melihat lagak sang Kapolsek, Marto yang duduk di sepeda motor bersama Roy mencandainya. “Komandan, pistol itu buat saya. Kan, komandan mau pindah ke Polres Bone Bolango,” kata Marto seperti dituturkan Roy.


Koko menanggapi canda itu. Dia mengeluarkan peluru dari magasin pistol, lalu menodongkan senjata api itu ke arah Marto. “Ini jongana punya (ini kamu punya),” kata Koko seraya menarik pelatuk. Tak dinyana, pistol menyalak.


Koko tak mengira dalam pistol itu tersisa sebutir peluru. Marto pun terkapar. Koko yang panik bersama Nongsi dan Rauf segera membawa Marto ke rumah sakit. Namun nyawanya tidak tertolong. Hari itu juga Koko ditahan. Dia depresi berat karena Marto adalah anak buah sekaligus teman baiknya.


Kasus Kapolsek tembak mati anak buahnya itu menjadi perhatian Mabes Polri. Dua petinggi Mabes Polri memberikan keterangan berbeda sebagaimana dilaporkan detik.com.


Kabid Penum Mabes Polri Kombes Pol. Bambang Kuncoko mengatakan, penembakan terjadi karena anak buah (Marto) mematikan lampu dan dianggap telah melalaikan perintahnya (Koko). Akibatnya, terjadi tembakan tidak sengaja dan anak buahnya meninggal ketika dibawa ke rumah sakit.


Sementara itu, Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol. Anton Bachrul Alam mengatakan, saat kejadian sebetulnya Koko sedang bercanda dengan mengeluarkan senjata. Koko mengira senjata tersebut sudah kosong, tapi ketika ditembakkan ternyata masih ada satu peluru.


Koko diadili di Pengadilan Negeri Limboto, Gorontalo. Liputan6.com melaporkan hasil putusannya: pengadilan menjatuhkan vonis sembilan tahun penjara kepada Koko karena dinilai terbukti sengaja menembak bawahannya Briptu Marto Lawani.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
Berbagai benda bersejarah di dalam ruang penyimpanan koleksi Museum Provinsi Sulawesi Tenggara hilang dibobol maling. Tak ada petugas keamanan dan CCTV.
Berbagai benda bersejarah di dalam ruang penyimpanan koleksi Museum Provinsi Sulawesi Tenggara hilang dibobol maling. Tak ada petugas keamanan dan CCTV.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
transparant.png
bottom of page