top of page

Ibnu Hadjar, Pejuang yang Kecewa

Ibnu Hadjar masuk hutan karena bersimpati kepada kawan-kawannya yang ditolak masuk TNI. Dulu melawan Belanda, kini melawan pemerintah pusat.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ibnu Hadjar (kanan). (Blog Bubuhan Banjar).

  • 22 Nov 2022
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 21 Mei

DI LUAR kampungnya, Haderi tak dikenal sebagai Haderi atau nama aliasnya, Angli. Pelajaran sejarah menyebut namanya sebagai Ibnu Hadjar yang memimpin pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Kalimantan Selatan.


Haderi lahir di Kandangan, Hulu Sungai Selatan, pada 19 April 1920. Buku Sedjarah TNI-Angkatan Darat, 1945–1965 menyebut Haderi berwatak keras. Sedari bocah suka berkelahi dan sangat ingin menjadi kepala jagoan.


“Dia tidak berpendidikan tinggi. Dia masih bersemangat komunal. Setahu aku buta huruf [Latin]. [Hanya] berpendidikan agama standar,” kata sejarawan Muhammad Iqbal kepada Historia.ID.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
transparant.png
bottom of page